PERANAN WANITA DALAM PERJUANGAN KEMERDEKAAN INDONESIA MASA PENDUDUKAN JEPANG

Authors

  • Wulan Sondarika Univetsitas Galuh

DOI:

https://doi.org/10.24127/hj.v5i2.958

Abstract

The purpose of this study is to know the existence of women in Indonesia and the role of women in the struggle for Indonesian independence during the occupation of Japan.The research method used is historical or historical method, with stages; Heuristics, criticism, interpretation and historiography. Data collection techniques used are observation, interview and literature study.The result of the research is that Indonesian women since ancient times especially the Japanese era is very active role. Whether it is active in the
organization or active in social activities.

References

Cokrowinoto, (1988). Analisa Situasi Wanita Indonesia. Jakarta. Kantor Mentri Negara UPW.

Hadriana Marhaeni Munthe, (2003). Perkembangan Situs dan Peranan Wanita Indonesia. Medan. Universitas Sumatra Utara.

LasmidjahHardi, (1984). Kumpulan Pengalaman dan Pemikiran. Jakarta. Sinar Harapan.

Manus, MPB (1985). Peranan Wanita Indonesia Di Masa Perang Kemerdekaan (1945-1950). Jakarta. Depdikbud

Maria Ulfah Subadio dkk, (1983). Peranan dan Kedudukan Wanita Indonesia. Yogyakarta. Gadjah Mada University Press.

Nurliana Nana, (1986). Peranan Wanita Indonesia Di Masa Kemerdekaan (1945-1950). Jakarta. Depdikbud

Mukmin Hidayat, (1980). Beberapa Aspek Perjuangan Kaum Wanita. Jakarta. Binacipta.

Panitia Kongres Wanita Indonesia, (1986). Sejarah Setengah Abad Kesatuan Pergerakan Wanita Indonesia. Jakarta. Balai Pustaka.

Ricklefs, (2011). Sejarah Indonesia Modern. Yogyakarta. UGM Press

Rochiati Wiriaatmadja, (1986). Dewi Sartika. Jakarta. Deparrtemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Saparinah Sadili, (1988). Pengembangan Diri Wanita dalam Keluarga dan Lingkungan Sosial. Jakarta. Djambatan.

Sugiyono, (2012). Metode Penelitian Pendidikan. Bandung. Alfabeta

Suhartono, (2006). Sejarah. Jakarta. Widya Utama

Soebagiyo IN, (1982). Trimurti Wanita Pengabdi Bangsa. Jakarta. Gunung Agung

Published

2017-09-30