Soekarno, Marhaenisme: Ideologi Pergerakan Kaum Melarat Indonesia (Sosialisme Soekarno)

Authors

  • Bimo Rafi Widianto Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka
  • Ahmad Ruslan Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka
  • Desvian Bandarsyah Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

DOI:

https://doi.org/10.24127/hj.v10i2.4022

Keywords:

Soekarno, Marhaenisme, Pancasila,

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemikiran Soekarno dalam buah pemikirannya mengenai marhaenisme. Penelitian ini mengunakan metode penelitian sejarah menerapkan langkah-langkah heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Pencarian sumber menggunakan media google scholer yang mana sumber tersebut berupa jurnal, buku serta media informasi yang dapat di pertanggungjawabkan keasliannya. Hasil dari penelitian ini ialah gagasan pemikiran Soekarno mengenai marhaenisme didapatkan setelah Soekarno berbincang dengan buruh tani yang mempunyai lahan serta alat produksi, akan tetapi hidupnya masih melarat dan dari lahannya hanya bisa menghidupkannya secara pribadi tidak dapat berkembang, dalam gagasanya terhadap pembentukan Pancasila, Soekarno tidak menghilangkan gagasan dasar marhaenisme dalam gagasannya mengenai Pancasila, gagasan sila Soekarno, 1. Kebangsaan yang berasas sosio-nasionalisme, 2. Prikemanusiaan, berasas nasionalisme yang berprikemanusiaan, 3. Demokrasi, demokrasi yang mementingkan rakyat atas segalanya, 4. Kesetaraan sosial, kesetaraan sosial dengan tidak adanya kapitaslime, 5. Ketuhanan, kebebasan agama untuk meningkatkan rasa persatuan.

Author Biographies

Bimo Rafi Widianto, Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Pendidikan Sejarah

Ahmad Ruslan, Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Pendidikan Sejarah

Desvian Bandarsyah, Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Pendidikan Sejarah

Published

2022-08-26