PERAN TARUNA AKADEMI MILITER YOGYAKARTA DALAM MEMPERTAHANKAN KEMERDEKAAN INDONESIA (1945-1946)
DOI:
https://doi.org/10.24127/hj.v6i1.1261Abstract
Penelitian ini menggunakan metode historis dengan langkah pengumlan sumber, kritik sumber, penafsiran dan sintesis (penulisan hasil penelitian). Hasil penelitian ini yakni peran taruna akademi militer begitu vital dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Pada keadaan kekurangan tentara terdidik dan terlatih, Taruna Akademi Militer yang ketika itu berkedudukan di Yogyakarta tampil sebagai kekuatan baru. Walaupun tidak dapat dipungkiri pengalaman mereka yang masih kurang dalam medan pertempuran menjadi pengalaman baru, pendidikan perang yang langsung dialami menempa jiwa-jiwa muda Taruna Akademi Militer. Setidaknya mereka pernah terlibat pada peristiwa-peristiwa penting seperti Peristiwa 10 November 1945 di Surabaya, Pengawal Jenderal Sudirman tahun 1946, Menjadi Panitia Oentoek Pengangkoetan Jepang dan APWI (POPDA), Pertempuran di Subang Tahun 1946.
References
Adi Negoro. Tanpa Tahun. Ensikolopedi Umum dalam Bahasa Indonesia, Jakarta: Bulan-Bintang.
Barlan Setiadijaya. (1992). 10 November 1945 Gelora Kepahlawanan Indonesia, Jakarta: Yayasan 10 November 1945.
Daud Sinjal dan Atmadji Sumarkidjo. (2009). Himawan Soetanto Menjadi TNI, Jakarta: Katahasta.
Djtikusumo, (1977). Kata Pengantarâ€, dalam Moehkardi.â€Akademi Militer dalam Perjuangan Pisik 1945-1949†Yogyakarta: Inaltu.
Effendi Muchtar, dkk. (2009). GPH Djatikusumo Sosok Parjurit Sepi Ing Pamrih Rame Ing Gawe, Bandung: Dinas Sejarah Angkatan Darat, 2009, hlm. 165.
G.M.T. Kahin, “Nationalism and Revolution in Indonesiaâ€, a.b. Nin Bakdi Soemanto. (1995). Refleksi Pergumulan Lahirnya Republik: Nasionalisme dan Revolusi di Indonesia, Jakarta: UNS Press&Pustaka Sinar Harapan.
Julius Pour. (2009). Doorstoot Naar Djokja: Pertikaian Pemimpin Sipil-Militer, Jakarta: Kompas.
Koran Merdeka. (1946). “Mallaby Tidak dibunuh, Ia Tewas dalam Pertempuran: Keterangan Tom Driberg.†Koran merdeka Tanggal 22 Februari 1946.
Kuswono, K. (2016). Pembentukan Akademi Militer Yogyakarta 1945-1950. ISTORIA, 11(2).
Parakitri. (1981). Kusni Kasdut, Jakarta: Gramedia.
Sukanto SA. (2000). “Perjalanan Bersahaja Jenderal Sudirman†dalam Sardiman, Panglima Besar Jenderal Sudirman Kader Muhammadiyah, Yogyakarta: Adicita Karya Nusa.
Wahju Marsudi Wibowo. (2009). “TKR/TRI dan POPDAâ€, Majalah Senakatha Edisi Desember 2009, Jakarta: Pusat Sejarah TNI.
Downloads
Published
Issue
Section
License
This journal provides immediate open access to its content on the principle that making research freely available to the public supports a greater global exchange of knowledge. HISTORIA : Jurnal Program Studi Pendidikan Sejarah offers all authors of journal articles allows their research openly available, free access and time restrictions.
All articles published Open Access will be immediately and permanently free for everyone to read and download. Under the CC-BY license, authors retain ownership of the copyright for their article, but authors grant others permission to use the content of publications in HISTORIA : Jurnal Program Studi Pendidikan Sejarah in whole or in part provided that the original work is properly cited. Users (redistributors) of HISTORIA : Jurnal Program Studi Pendidikan Sejarah are required to cite the original source, including the author's names, HISTORIA : Jurnal Program Studi Pendidikan Sejarah as the initial source of publication, year of publication, volume number and DOI (if available).
HISTORIA by Pendidikan Sejarah UM Metro is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.