ANALISIS KESALAHAN PENYELESAIAN PERSAMAAN DIFFERENSIAL LINEAR ORDE SATU DAN PERAN ADVERSITY QUOTIENT DIKALANGAN MAHASISWA PENDIDIKAN MATEMATIKA
DOI:
https://doi.org/10.24127/ajpm.v15i1.14202Kata Kunci:
Adversity Quotient, Pemecahan Masalah, Persamaan DifferensialAbstrak
Persamaan diferensial linear orde satu merupakan salah satu materi fundamental dalam kurikulum pendidikan matematika yang menuntut penguasaan konsep, prosedur, serta kemampuan penalaran matematis yang baik. Namun, dalam praktik pembelajaran di perguruan tinggi, mahasiswa pendidikan matematika masih sering mengalami kesulitan dalam menyelesaikan soal-soal persamaan diferensial linear orde satu. Kesulitan tersebut tercermin dari munculnya berbagai kesalahan, baik kesalahan konseptual, kesalahan prosedural, maupun kesalahan teknis dalam proses penyelesaian. Selain aspek kognitif, faktor afektif seperti Adversity Quotient (AQ) diduga turut berperan dalam munculnya kesalahan tersebut, yaitu kemampuan individu dalam menghadapi kesulitan, bertahan terhadap tantangan, dan bangkit dari kegagalan. Mahasiswa dengan AQ rendah cenderung mudah putus asa, kurang gigih, dan tidak berusaha memperbaiki kesalahan yang dilakukan, sehingga kesalahan dalam penyelesaian soal matematika menjadi berulang. Penelitian ini mengkaji kesalahan yang dilakukan mahasiswa Pendidikan Matematika dalam memecahkan masalah persamaan diferensial linier orde satu serta meneliti peran Adversity Quotient (AQ) terhadap proses pemecahan masalah. Tujuan penelitian adalah (1) mengidentifikasi jenis‑jenis kesalahan mahasiswa berdasarkan empat tahapan Polya (memahami masalah, merencanakan solusi, melaksanakan rencana, mengevaluasi hasil) dan (2) membandingkan pola kesalahan antar tiga tipe AQ (quiters, campers, climbers). Metode yang digunakan merupakan analisis deskriptif dengan prosedur pengumpulan data melalui angket AQ, tes tertulis persamaan diferensial, serta wawancara mendalam; subjek terdiri dari enam mahasiswa (dua per tipe AQ) yang dipilih dari 15 responden. Hasil menunjukkan bahwa mahasiswa dengan tipe AQ climbers berhasil memenuhi semua indikator pemecahan masalah secara lengkap, sementara mahasiswa tipe campers mengalami kesalahan signifikan pada tahap pemahaman masalah dan perencanaan solusi, dan mahasiswa tipe quiterscenderung menyerah sehingga menghasilkan kesalahan pada setiap tahapan. Penarikan kesimpulan mempertegas bahwa tingkat AQ berpengaruh positif terhadap ketahanan dan keberhasilan penyelesaian soal matematis. Implikasinya adalah perlunya integrasi pengembangan AQ dalam kurikulum untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika mahasiswaReferensi
Afri, L. E. (2018). Profil Pemahaman Mahasiswa Pendidikan Matematika FKIP UPP Tentang Konsep Dasar Persamaan Diferensial Biasa. Jurnal Absis : Jurnal Pendidikan Matematika Dan Matematika, 1(1), 35–43. https://doi.org/10.30606/absis.v1i1.15
Ali, R. A., & Husnaini, M. (2025). Pengembangan Adversity Quotient dalam Perspektif Al-Qur’an dan Implikasinya terhadap Kesehatan Mental. Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan Dan Studi Islam, 6(1), 204–212. https://doi.org/10.55623/au.v6i1.405
Andarmoyo, S. (2024). Pengaruh Dukungan Sosial Terhadap Resiliensi Psikologis pada Individu yang Mengalami Stres Pasca Trauma. Jurnal Psikologi Dan Konseling West Science, 2(3), 193–201. https://doi.org/10.58812/jpkws.v2i03.1610
Awaliah, F. N. (2024). Dukungan Sosial dan Kecerdasan Emosi Terhadap Hardiness Pada Ibu Tunggal. Journal of Social Economic Research, 6(1), 1373–1383. https://doi.org/10.54783/jser.v6i1.408
Daswarman. (2022). Analisis Kesalahan Mahasiswa PGSD dalam Menyelesaikan Soal Matematika. Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika, 6(2), 1335–1344. https://doi.org/10.31004/cendekia.v6i2.1338
Diana, N. (2018). Mengembangkan Kemampuan Berpikir Kreatif dan Berpikir Logis Mahasiswa dengan Adversity Quotient dalam Pemecahan Masalah. Prosiding Seminar Nasional Matematika Dan Pendidikan Matematika (SNMPM), 2(1), 101–112.
Dweck, C. . (2006). Mindset: The New Psychology of Success. Random.
Goleman, D. (1995). Emotional Intelligence: Why It Can Matter More Than IQ. Bantam Books.
Hakim, F. (2020). Faktor Faktor Adversity Quotient dalam Kemampuan Pemecahan Masalah Pembuktian Matematis Topik Teori Grup. Indonesian Journal of Educational Science (IJES), 2(2), 90–98. https://doi.org/10.31605/ijes.v2i2.663
Hasanuddin, M., & Lutfianto, M. (2018). Keterampilan Berpikir Kreatif Siswa SMA Berdasarkan Tahapan Wallas dalam Memecahkan Masalah Program Linier Ditinjau Dari Adversity Quotient (AQ). Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika, 3(1), 37–43.
Holisin, I., & Shoffa, S. (2023). Analysis of Students’ Errors in Solving Differential Problems Based on Castolan Theory. Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika, 12(3), 587-598. https://journal.institutpendidikan.ac.id/index.php/mosharafa/article/view/829
Karimawati, Syahbana, A., & Nopriyanti, T. D. (2021). Analisis Kesalahan Berdasarkan Prosedur Watson dalam Menyelesaikan Soal Matematika Materi Lingkaran Ditinjau dari Adversity Quotient Siswa SMP Darul Aitam Palembang. Laplace: Jurnal Pendidikan Matematika, 4(1), 50–62. https://doi.org/10.31537/laplace.v4i1.463
Kholid, M. N., & Yuhana, N. D. (2019). Metakognisi Mahasiswa dalam Memecahkan Masalah Geometri Analitik Ruang Ditinjau dari Adversity Qoutient. Seminar Nasional Penelitian Pendidikan Matematika (SNP2M).
Kristayulita, & Nurhardiani. (2011). Analisis Kesalahan Menyelesaikan Persamaan Diferensial Orde-1 Pada Matakuliah Persamaan Diferensial dengan Panduan Kriteria Watson. Beta: Jurnal Tadris Matematika, 4(1), 30–52. https://jurnalbeta.ac.id/index.php/betaJTM/article/view/90
Mardiana, D., & Amalia, S. (2022). Adversity Quotient in the Implementation of Project-Based Learning. Al-Hayat: Journal of Islamic Education, 6(2), 367–379. https://doi.org/10.35723/ajie.v6i2.277
Masfingatin, T. (2013). Proses Berpikir Siswa Sekolah Menengah Pertama dalam Memecahkan Masalah Matematika Ditinjau dari Adversity Quotient. JIPM: Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika, 2(1), 1–8. https://doi.org/10.25273/jipm.v2i1.491
Miles, M. B., & Huberman, A. M. (1992). Qualitative Data Analysis: An Expanded Sourcebook. Sage Publiaction.
Muliani, Siregar, M., & Pohan, R. A. (2020). Upaya Guru BK dalam Mengembangkan Adversity Quotient Pada Siswa SMAN 1 Manyak Payed. Syifaul Qulub: Jurnal Bimbingan Dan Konseling Islam, 1(1), 43–52. https://doi.org/https://doi.org/10.32505/syifaulqulub.v1i1.1814
Nagle, R. K., Saff, E. B., & Snider, A. D. (2018). Fundamentals of Differential Equations. Pearson.
Norton, J., & McGowan, K. (2019). Students’ Difficulties with Differential Equations: The Role of Conceptual Understanding and Problem-Solving Strategies. Mathematics Education Research Journal, 31(3), 311–329. https://doi.org/10.1080/14794800.2019.1651234
Nurlaili, & Rifanti, U. M. (2020). Analisis Kesalahan dalam Penyelesaian Permasalahan Persamaan Diferensial Linier Orde Pertama: Studi Kasus Mahasiswa Teknik Telekomunikasi ITTP. Jurnal Gantang, 5(1), 29–37. https://doi.org/10.31629/jg.v5i1.1742
Putra, A., Nurjanah, Juandi, D., & Jufri, L. H. (2023). Adversity Quotient in Mathematics Learning. Plusminus: Jurnal Pendidikan Matematika, 3(3), 385–398. https://doi.org/10.31980/plusminus.v3i3.1503
Rahmawati. (2019). Analisis Adversity Quotient Mahasiswa PGMI dalam Mengatasi Masalah. Al-Adzka: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, 9(2), 99–106. https://doi.org/10.18592/aladzkapgmi.v9i2.3122
Rinowati, A., Utami, R. E., Purwati, H., & Winanti, K. (2024). Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Peserta Didik Ditinjau dari Keaktifan Belajar. Gauss: Jurnal Pendidikan Matematika, 7(1), 1–10. https://doi.org/10.30656/gauss.v7i1.8587
Rosita, D., & Rochmad. (2016). Analisis Kesalahan Siswa dalam Pemecahan Masalah Ditinjau Dari Adversity Quotient Pada Pembelajaran Creative Problem Solving. Unnes Journal of Mathematics Education Research, 5(2), 106–113. https://journal.unnes.ac.id/sju/ujmer/article/view/12927
Saadah, H., Waluya, S. B., & Isnarto. (2022). Adversity Quotient Siswa dan Guru pada Pembelajaran Matematika: Systematic Literature Review. Aksioma: Jurnal Matematika Dan Pendidikan Matematika, 13(2), 248–263. https://doi.org/10.26877/aks.v13i2.12401
Sari, R. N., & Yulia, P. (2017). Analisis Hubungan Adversity Quotient Terhadap Prestasi Akademik Mahasiswa Universitas Riau Kepulauan. Dimensi: Distributed Multimedia Systems, 6(3), 404–411. https://doi.org/10.33373/dms.v6i3.1074
Schunk, D. . (2012). Learning Theories: An Educational Perspective. Pearson.
Stoltz, P. G. (1997). Adversity Quotient: Turning Obstacles into Opportunities. Harper Collins.
Suhartono. (2016). Adversity Quotient sebagai Acuan Guru dalam Memberikan Soal Pemecahan Masalah Matematika. Inovasi: Jurnal Humaniora, Sains Dan Pengajaran, XVIII(2), 62–70.
Sulistyorini. (2017). Analisis Kesalahan dan Scaffolding dalam Penyelesaian Persamaan Differensial. Kalamatika: Jurnal Pendidikan Matematika, 2(1), 91–105. https://doi.org/10.22236/KALAMATIKA.vol2no1.2017pp91-104
Sutisna, E., & Pujiastuti, H. (2023). Systematic Literature Review: Adversity Quotient pada Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa Berdasarkan Tahapan Polya. JNPM: Jurnal Nasional Pendidikan Matematika, 7(1), 192–209. https://doi.org/10.33603/jnpm.v7i1
Wulan, E. R., Kurniawati, Y. I., Diantik, D. N., & Maula, N. R. (2021). Sosiasi Adversity Quotient (AQ) dengan Prestasi Belajar Calon Guru Matematika IAIN Kediri di Masa Pembelajaran Daring. Jurnal Pendidikan Matematika RAFA, 7(2), 145–156. https://doi.org/10.19109/jpmrafa.v7i2.9786
Zainuddin. (2011). Pentingnya Adversity Quotient dalam Meraih Prestasi Belajar. Jurnal Guru Membangun, 26(2), 1–10. https://doi.org/10.26418/gm.v26i2.308
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Authors who publish with AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika agree to the following terms:

Creative Commons License
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
This journal provides immediate open access to its content on the principle that making research freely available to the public supports a greater global exchange of knowledge. AKSIOMA offers all authors of journal articles allows their research openly available, free access and time restrictions.
All articles published Open Access will be immediately and permanently free for everyone to read and download. Under the CC-BY license, authors retain ownership of the copyright for their article, but authors grant others permission to use the content of publications in AKSIOMA in whole or in part provided that the original work is properly cited. Users (redistributors) of AKSIOMA are required to cite the original source, including the author's names, AKSIOMA as the initial source of publication, year of publication, volume number and DOI (if available).

.png)



.png)

