Pendekatan Spiritualitas Konseling dalam Konteks Budaya di Indonesia
DOI:
https://doi.org/10.24127/gdn.v13i3.3376Kata Kunci:
konseling, spiritualitas optimal, budaya IndonesiaAbstrak
Kajian psikologi transpersonal merupakan pendekatan terbaru dalam ilmu psikoterapi. Bahkan digadang-gadang sebagai pendekatan psikologi terakhir, salah satu kajian psikologi transpersonal adalah tentang pengalaman spiritualitas manusia. Spiritualitas diakui sebagai pengalaman puncak manusia dan memiliki manfaat positif bagi perkembangan jiwa dan perilaku manusia. Oleh karena itu, maka diperlukan pengembangan lebih lanjut tentang pemanfaatan pengalaman spiritual dalam konseling. Pengalaman spiritualitas ini bisa jadi berbeda-beda saat dialami oleh tiap individu ataupun kelompok. Sebagai upaya efektivitas, maka pengembangan spiritualitas di Indonesia tentu perlulah meninjau gambaran budaya spiritualitas orang Indonesia terlebih dahulu. Tujuan penelitian ini adalah untuk menghasilkan kerangka kerja konseling dengan pendekatan spiritualitas pada konteks budaya di Indonesia. Beberapa alasan pentingnya penelitian ini diantaranya: (1) banyak manfaat spiritualitas bagi kesehatan jiwa. (2) spiritualitas berpotensi mendukung pengembangan kualitas hidup dan keagamaan. (3) belum ada pengujian dan pengembangan terkait manfaat spiritualitas secara optimal (khususnya di bidang bimbingan dan konseling).(4) pentingnya membangun kerangka kerja konseling yang sesuai dengan budaya Indonesia sebagai upaya efektivitas dan memperkuat jati diri bangsa. Penelitian ini menggunakan metode campuran dengan desain triangulasi, dimana data penelitian dari survey digambung dengan data dari studi literatur yang kemudian diinterpretasikan. Setelah diinterpretasikan, diperolehlah gambaran spiritualitas masyarakat Indonesia. Gambaran tersebut lalu dipertimbangkan untuk membangun kerangka kerja konseling dengan pendekatan spiritualitas yang optimal. Hasil penelitian ini ialah kerangka kerja hipotetik tentang konseling pendekatan spiritualitas pada konteks budaya di Indonesia. Susunan kerangka kerja hipotetik ini meliputi: rasional, deskripsi kebutuhan, tujuan, teknik dan pendekatan spiritual, tahapan konseling spiritual, kompetensi konselor spiritual, sasaran, dan evaluasi.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Authors who publish with GUIDENA: Jurnal Ilmu Pendidikan, Psikologi, Bimbingan dan Konseling agree to the following terms:

GUIDENA: Journal Of Guidance And Counseling, Psychology, And Education is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
This journal provides immediate open access to its content on the principle that making research freely available to the public supports a greater global exchange of knowledge. GUIDENA offers all authors of journal articles allows their research openly available, free access and time restrictions.
All articles published Open Access will be immediately and permanently free for everyone to read and download. Under the CC-BY license, authors retain ownership of the copyright for their article, but authors grant others permission to use the content of publications in GUIDENA in whole or in part provided that the original work is properly cited. Users (redistributors) of GUIDENA are required to cite the original source, including the author's names, GUIDENA as the initial source of publication, year of publication, volume number and DOI (if available).