Open Journal Systems

Islam and Counseling: Model of Practice in Matrilineal System of The Minangkabau Culture

Fadhilla Yusri(1*), Yeni Afrida(2)

(1) IAIN Bukittinggi
(2) IAIN Bukittinggi
(*) Corresponding Author

PDF

doi: https://doi.org/10.24127/gdn.v10i1.2775



Abstract

Islam and counseling are two things that actually support each other in their practice. Islam states that counseling is a way to help each other between humans. Meanwhile, counseling uses Islam as an approach in counseling services. The Minangkabau community is one of the societies with a very strong Islamic maternal lineage. The purpose of this study was to reveal the appropriate counseling approach for use in the Minangkabau community with all its peculiarities. This research is a library research, where the data required in the research are obtained through analysis of various literatures in the library. Based on the results of the study, it was revealed that in the matrilineal community in Minangkabau, counseling was still new and not very familiar. The material society in Minangkabau has a philosophy of life "adat basandi syara", syara "basandi Kitabullah, where the majority of the people adhere to Islam. The combination of Islam and counseling can pave the way for counseling to gain a place in the hearts of the material community in Minangkabau. It can be concluded that the Islamic approach to counseling is an effective solution for the application of counseling services to the Minangkabau community.

 

Islam dan konseling merupakan dua hal yang sebenarnya saling mendukung dalam praktik penerapannya. Islam menyatakan bahwa konseling merupakan salah satu cara untuk saling membantu antar umat manusia. Sedangkan konseling memanfaatkan Islam sebagai salah satu pendekatan dalam pelayanan konseling. Masyarakat Minangkabau merupakan salah satu masyarakat dengan garis keturunan materilineal yang sangat kental keislamannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkapkan pendekatan konseling yang tepat untuk digunakan pada masyarakat Minangkabau dengan segala kekhasannya. Penelitian ini merupakan penelitian pustaka, dimana data-data yang dibutuhkan dalam penelitian didapatkan melalui analisis terhadap berbagai literatur yang terdapat di perpustakaan. Berdasarkan hasil penelitian terungkap bahwa pada masyarakat matrilineal di Minangkabau konseling masih merupakan hal yang baru dan belum begitu familiar. Masyarakat materilineal di Minangkabau memiliki falsafah hidup “adat basandi syara’, syara’ basandi kitabullah yang mayoritas masyarakatnya menganut agama Islam. Perpaduan Islam dengan konseling dapat membuka jalan agar konseling bisa mendapatkan tempat dalam hati masyarakat materilineal di Minangkabau. Dapat disimpulkan bahwa pendekatan Islam dalam konseling merupakan solusi efektif penerapan pelayanan konseling pada masyarakat Minangkabau.


References


Abdullah, T. (1966). Adat dan Islam: An examination of Conflict in Minangkabau. Jurnal Indonesia, (2), 1-24. https://doi.org/10.2307/3350753

Abdullah, T. (1985). Ilmu Sejarah dan Histografi: Arah dan Perspektif. Jakarta: Gramedia.

Ariani, I. (2015). Nilai Filosofis Budaya Matrilineal di Minangkabau (Relevansinya bagi Pengembangan Hak-hak Perempuan di Indonesia). Jurnal Filsafat, 25(1), 32-55. https://doi.org/10.22146/jf.12613

Bergin, A. E. (1991). Value and Religious Issues in Psychotherapy and Mental Health. American Psychologist, 46(4), 394-403. https://doi.org/10.1037/0003-066X.46.4.394

Creswell, J. W. (2010). Research Design: Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif dan Mixed. Alih Bahasa: Achmad Fawaid. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Dirajo, DS. (1997). Outline of the Minangkabau Natural Tradition. “Curaian Adat Alam Minangkabau”. Bukittinggi: Pustaka Indonesia

Ekadiani, N., Pratiwi, N., Lestari, E., Hariyanyo, R., Novrizal, N., Rusdinal, R., & Firman, F. (2019). Changes of the Education System in Minangkabau Families in the Seribu Rumah Gadang Tourism Area, Sungai Pagu District South Solok Regency. Budapest International Research and Critics Institute (BIRCI-Journal): Humanities and Social Sciences, 2(1), 150-155. ttps://doi.org/10.33258/birci.v2i1.160

Evans, Marcheta, etc. (2012). Global Diversity Issues In Counseling. New York, NY: Haworth Press.

Hallen. (2002). Guidance and Counseling in Islam.“Bimbingan dan Konseling dalam Islam”. Jakarta: Ciputat Pers

Hallen. (2005). Bimbingan dan Konseling. Jakarta: Quantum Teaching.

Hikmawati, Fenti. (2011). Counseling Guidance.“Bimbingan Konseling”. Jakarta: RajaGrafindo Persada.

Jafari, M. F. (1993). Counseling values and objectives: A comparison of western and Islamic perspectives. American Journal of Islamic Social Sciences, 10(3), 326–339

Jamil, M. (2015). Minangkabau Indigenous Peoples Dilemma. “Dilema Pemangku Adat Minangkabau”. Bukittinggi: Cinta Buku

Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor. 26/MENPAN/1989 Tentang Angka Kredit bagi Jabatan Guru dalam LingkunganDeparteman Pendidikan dan Kebudayaan. (1989).

Latief, N. (2004). Restless Minangkabau “Minangkabau yang Gelisah”. Bandung: Lubuk Agung.

Lumongga, D. R. N. (2014). Memahami dasar-dasar konseling dalam teori dan praktik. Jakarta: Kencana.

Mappiare, A. (2002). Pengantar Konseling dan Psikoterapi Islam. Jakarta: Raja Grafindo Prasada.

Mardalis. (2010). Metode Penelitian: Suatu Pendekatan Proposal. Jakarta: Bumi Aksara.

McLeod, J. (2008). An Introduction to Counseling (Pengantar Konseling: Teori dan Studi Kasus). Terjemahan Oleh AK Anwar. Jakarta: Kencana.

Navis, AA. (1996). Layar Terkembang Jadi Guru (Adat dan Kebudayaan Minangkabau). Jakarta: Grafiti Pers.

Prayitno. (2010). UNP for Indonesia. “Di UNP Kumengabdi untuk Indonesia Kuberbakti”. Padang: UNP Press.

Rajo Penghulu, I. H. D. (1994). Pokok-Pokok Pengetahuan Adat Alam Minangkabau. Remaja Rosda Karya, Bandung.

Salahudin, A. (2010). Bimbingan dan Konseling. Bandung: CV. Pustaka Setia.

Sayuti, M. (2005). Level of Language in Minangkabau.“Tau Jo Nan Ampek”. Padang: Mega Sari

Stark, A. (2013). The matrilineal system of the Minangkabau and its persistence throughout history: A structural perspective. Southeast Asia: A Multidisciplinary Journal, 13(1), 1–13.

Sukardi, D. K. (2008). Pengantar Pelaksanaan Program Bimbingan dan Konseling di Sekolah. Jakarta: Rineka Cipta.

Walgito, B. (2010). Bimbingan dan konseling (Studi dan Karir). Yogyakarta: Andi Offset.

Wirartha, I. M. (2006). Metode Penelitian Sosial Ekonomi. Yogyakarta: Andi Offset.

Zainuddin, M. (2010). Pelestarian Eksistensi Dinamis Adat Minangkabau. Yogyakarta: Penerbit Ombak.

Zamra. S, Rusdinal dan Firman. (2019). Pola Perubahan Interaksi dalam Keluarga pada Masyarakat Air Batumbuk Jalur Pendakian Gunung Talang. Jurnal Pendidikan Tambusai. 3(6), 1484-1488.

Zed, M. (2014). Metode Penelitian Kepustakaan. Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia.


Fadhilla Yusri
IAIN Bukittinggi
Indonesia

Yeni Afrida
IAIN Bukittinggi
Indonesia


10.24127/gdn.v10i1.2775

28 Views, 0 Download Vol 10, No 1 (2020) Section: ARTICLES Submitted: 2020-04-24 Published: 2020-06-30