KONSERVASI YANG HIDUP DALAM RITUAL: KAJIAN ETNOBIOLOGI UPACARA KEDE PADA MASYARAKAT ADAT DETUPERA

Maria Serlina Pawe(1*), Maria Magdalena Vannessa Lura(2), Veronika P Sinta Mbia Wae(3),

(1) Pendidikan Biologi, FKIP, Universitas Flores
(2) Pendidikan Biologi, FKIP, Universitas Flores
(3) Pendidikan Biologi, FKIP, Universitas Flores
(*) Corresponding Author


Abstract


This  article  discusses  the  “Kede”  traditional  ceremony  as  a  form  of  local  wisdom-based  conservation  that  is  still  preserved  by  the  Detupera  indigenous  community,  Ende  Regency.  Through  an  ethnobiological  approach,  this  research  examines  the  symbolism,  ritual  structure,  and  ecological  values  contained  in  the  traditional  practice.  The  “Kede”  ceremony  reflects  the  spiritual  relationship  between  humans,  ancestors  and  nature,  and  contains  customary  rules  that  support  the  sustainable  preservation  of  natural  resources.  The  results  show  that  the  use  of  local  plants  such  as  leke,  denu,  kela  and  lelu  has  symbolic  meanings  that  strengthen  environmental  conservation  and  biodiversity  preservation.  This  ritual  also  functions  as  an  intergenerational  ecological  education  system  within  the  indigenous  community.  Therefore,  the  “Kede”  ceremony  can  be  a  contextual  conservation  model  that  integrates  cultural  values,  spirituality,  and  ecological  ethics  in  maintaining  the  balance  of  nature.

Kata  Kunci:  Konservasi,  Upacara  Adat,  Etnobiologi,  Kearifan  Lokal,  Ritual 


References


Afdhal, A. 2023. Examination of Traditional Customs in Minangkabau Leadership Tradition: Continuity and Changes in the Modern Era. Publicus : Jurnal Administrasi Publik, 1(2): 119–134.

Andira, M. A., Pallu, D., Sari, I., & Maria, H. 2024. Merajut Spiritualitas Dan Lingkungan: Tinjauan Teologis Terhadap Keselamatan Alam. Jurnal Silih Asih, 1(2): 10–18.

Angin, I. S., & Sunimbar, S. 2020. Kearifan Lokal Masyarakat Dalam Menjaga Kelestarian Hutan Dan Mengelola Mata Air Di Desa Watowara, Kecamatan Titehena Kabupaten Flores Timur Nusa Tenggara Timur. Geoedusains: Jurnal Pendidikan Geografi, 1(1): 51–61.

Asrulla, Risnita, Jailani, M. S., & Jeka, F. 2023.Populasi dan Sampling (Kuantitatif), Serta Pemilihan Informan Kunci (Kualitatif) dalam Pendekatan Praktis. Jurnal Pendidikan Tambusai, 7(3): 26320–26332.

Asyifa’a, N., Supraptob, N., & Marianac, N. H. S. 2025. Keseimbangan ekologi dan nilai-nilai bersama dalam tradisi petik laut: kajian kearifan lokal di pantai selatan jember. Jurnal BATAVIA, 2(1): 1–12.

Bugis, H.A., & Riyanto, A. 2024. Menggali Konsep Filosofis Ritual Wu’u Lolo Masyarakat Lamaole-Lawomaku-Flores Timur dalam Perspektif “Being in the Other” menurut Heidegger. Jurnal Adat Dan Budaya Indonesia, 6(1): 30–40.

Deha, D., Nurmayani, A., Agustin, D. N., Swandaru, E. K., Tinggi, S., Pariwisata, M., & Mondial, L. 2025. Ritual Mistis Dalam Tradisi Sunda Wiwitan (Kajian Antropologi Agama). Jurnal Lemondial Business School, 11(01); 80–91.

Fakhriyah, Yeyendra, & Marianti, A. 2021. Integrasi Smart Water Management Berbasis Kearifan Lokal Sebagai Upaya Konservasi Sumber Daya Air di Indonesia. Indonesian Journal of Conservation, 10(1): 67–41.

Fiqriyah, A. N. R. 2022. Pelestarian Upacara Adat Erau Di Kabupaten Kutai Kartanegara Dalam Meningkatkan Pendapatan Asli Daerah. Jurnal Riset Pembangunan, 5(1): 45–55.

Gobang, Y. K. G. D., Edmondus Iswenyo, N., Ronaldus, N., & Adrianus, N. 2022. Makna Nilai dan Fungsi Sosial Ritual Adat Loka Po’o (Analisis Makna Simbolik Ritual Adat Loka Po’o Di Desa Koro Bhera, Kecamatan Mego, Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur). Jurnal Representamen, 8(2): 94–111.

Gule, Y. 2021. Eco-Teosentris: Studi Eco-Teologi dan Kearifan Lokal Dalam Masyarakat Batak Toba. Jurnal Teologi Berita Hidup, 4(1):100–116.

Jumyadi, U., & Pendidikan. 2025. Tradisi Ujungan dalam Perspektif Antropologi: Ritual Saling Cambuk sebagai Ekspresi Budaya dan Simbol Ketangguhan Masyarakat Adat. Jurnal Pendidikan Sejarah, 13(01): 1–7.

Marasabessy, I., Bahalwan, F., Badarudin, M.I., Fahrudin, A., Imran, Z., & Agus, S.B. 2023. Pengelolaan Wilayah Kepulauan Timur Indonesia untuk Mencegah Tragedy of the Commons. Pengelolaan Sumber Daya Perikanan Laut Berkelanjutan, 549–592.

Maruapey, A., Nanlohy, L. L., & Saeni, F. 2024.Etnobiologi Dan Interdependensi Masyarakat Terhadap Kawasan Konservasi. Jurnal Median, 16(3): 155–166.

Matthew B, M. and A. M. H. 2014. Qualitative Data Analysis: In K. Perry (Ed.), Sustainability (Switzerland) (Vol. 11, Issue 1). SAGE Publications, Inc. 2455 Teller Road Thousand Oaks.

Miles, M. B., Huberman, Michael, A., Saldaña, & Johnny. 2014. Qualitative Data Analysis. In Sage.

Nasution, A. 2015. Metodologi Penelitian: Metodologi penelitian Skripsi. In Rake Sarasin (Issue May).

Noor, I. 2023. Peran Keanekaragaman Hayati Di Indonesia Dalam Mengatasi Perubahan Iklim Global. Semnas Bio, 2809–8447

Noor, R., & Asih, T. 2018. Tumbuhan Obat di Suku Semendo Kecamatan Way Tenong Kabupaten Lampung Barat. Penerbit Laduny.

Riyan, R., & Yeti Mulyati. 2023. Nilai Ekologis Dalam Upacara Adat Ruwatan Gunung Manglayang. Jurnal Binagogik, 10(2), 271–282. https://doi.org/10.61290/pgsd.v10i2.463

Rondo, A., & Hudayana, B. 2023. Fungsi Spiritual dari Ritual Hole dalam Pertanian di Masyarakat Adat Liae Suku Jingtiu. Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, Dan Budaya, 9(2): 589-598

Sandri, Y. A., Cajambo, Y. A., Jani, B., & Jindung, P. B. 2025. Revitalisasi Ekoteologi Lokal : Sebuah Upaya Mengatasi Krisis Lingkungan di Manggarai. Jurnal Sains Ekonomi Dan Edukasi, 2(4): 746–759.

Sarare, O., Saripudin, A ., Amin, R., & Rubi. 2023. Politik Hukum Pengelolaan Hutan Adat Dan Pertambangan Di Kalimantan Selatan Tahun. Jurnal Penelitian Sosial Keagamaan, 1(1): 1–14.

Sartini, N. W. 2017. Makna simbolik bahasa ritual pertanian masyarakat Bali. Jurnal Kajian Bali (Journal of Bali Studies), 7(2): 99-120

Suarka, I. N., & Bawa, A. A. G. 2023. Konservasi Tumbuh-Tumbuhan Berbasis Kearifan Lokal Dalam Sastra Tutur Jawa Kuna: Pendekatan Teologi Hindu-Botani Sastra. Jayapangus Press: Jurnal Penelitian Agama Hindu, 7: 82–94.

Wuwur, O.E. S. P., Kuswandi, D., & Awaliyah, S. 2023. Internalisasi Kearifan Lokal Leva Nuang Sebagai Penguatan Pendidikan Karakter Dalam Pembelajaran IPAS di Sekolah Dasar. Cetta: Jurnal Ilmu Pendidikan, 6(4): 782–791.

Yulianti, I. 2015. Pewarisan Nilai-Nilai Budaya Masyarakat Adat Cikondang. Jurnal Candrasangkala, 1(1): 112–133.

Zen, S., Kamelia, M., & Noor, R. 2020. Pemanfaatan etnomedisin dari famili Zingiberaceae pada masyarakat etnis Lampung Pesisir kabupaten Tanggamus kecamatan Semaka provinsi Lampung. Pros. SemNas. Peningkatan Mutu Pendidikan. 1(1), 214-220.

Zen, S., Kamelia, M., Noor, R., & Asih, T. 2022. Etnobotani tumbuhan yang berpotensi sebagai edible flower di Desa Bangunrejo Kabupaten Tanggamus Lampung. In Prosiding Seminar Nasional Pendidikan IPA 1(1):87-98.




DOI: http://dx.doi.org/10.24127/bioedukasi.v17i1.13471

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

 

Bioedukasi : e-ISSN (2442-9805), p-ISSN (2086-4701)

Jl. Ki Hajar Dewantara, Kota Metro, Lampung, Indonesia 

(Phone1) +6285292078488 (Email1) bioedukasi.ummetro@gmail.com
(Phone2) +6281272920110

 Bio Statistik  

Web
Analytics VIEW MY STATE (Pengunjung Kami)

Lisensi Creative Commons

Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional.

Flag Counter