Pewarisan Nilai-Nilai Kearifan Lokal Kalosara dalam Pembelajaran Sejarah Untuk Membangun Karakter Siswa

R Rispan, Ajat Sudrajat

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji nilai-nilai yang terkandung dalam kearifan lokal kalosara dan akan diintegrasikan kedalam pembelajaran sejarah guna membangun karakter peserta didik. Fokus penelitian ini adalah proses pewarisan nilai-nilai kearifan lokal kalosara terhadap peserta didik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnografi. Hasil penelitian menunjukan bahwa: nilai-nilai kearifan lokal kalosara yang dapat diaktualisasikan dan diinternalisasikan dalam pembelajaran sejarah antara lain: pertama, nilai kepemimpinan yang berintikan persatuan dan kesatuan (medulu mepoko’aso), keserasian dan keharmonisan, kesucian dan keadilan (ate pute penao moroha), nilai keamanan, kedamaian, keadilan dan kesejahteraan (morini mbu’umbundi monapa mbu’undawaro), kedua, budaya malu (kohanu), ketiga, budaya gotong royong (samaturu), dan keempat, budaya sopan santun (meiro’u) yang meliputi saling hormat-menghormati (mombekapona-pona’ako), dan saling kasih-mengasihi (mombekamei-meiri’ako). Pewarisan nilai-nilai kearifan lokal kalosara sangat penting, selain menjadikan pembelajaran sejarah semakin menarik dan bermakna, juga dapat berfungsi sebagai alat bagi penguatan karakter anak didik untuk mempersiapkan diri dalam menghadapi tantangan masa kini dan masa yang akan datang, sehingga peserta didik memiliki pengetahuan moral, perasaan moral, dan tindakan moral dalam memahami nilai-nilai luhur yang terdapat dalam kebudayaannya. Pewarisan nilai-nilai kearifan lokal kalosara dapat tercapai dengan efektif apabila ada kerjasama antara lingkungan keluarga, masyarakat, dan Sekolah dalam menginternalisasikan nilai budaya tersebut sebagai bagian sumber belajar bagi pembelajaran sejarah di Sekolah.  

 

Kata Kunci: Pewarisan Nilai, Kalosara, Pembelajaran Sejarah


Keywords


Pewarisan; Nilai; Kalosara; Pembelajaran; Sejarah

References


Bungin, B. (2013). Metodologi penelitian sosial dan ekonomi. Jakarta: Kencana Prenada Media Grup.

Gunawan, I. (2014). Metode Penelitian Kualitatif: Teori & Praktik. Jakarta: Bumi Aksara.

Hafid, Anwar. (November 2013). Kalosara Sebagai Instrumen Utama Dalam Kehidupan Sosial Budaya Masyarakat Tolaki Di Sulawesi Tenggara. Makalah Disajikan Dalam Prakongres Kebudayaan Indonesia di Jakarta.

Hasan, SH. (1999). Pendidikan Sejarah Untuk Membangun Manusia Baru Indonesia. Mimbar Pendidikan. Nomor 2/XVIII Tahun 1999. Bandung: University Press IKIP Bandung.

Hasan, SH. (2012). Pendidikan Sejarah Indonesia: Isu Dalam Ide Dan Pembelajaran. Bandung: Rizqi Press.

Koentdjaraningrat. (1980). Masyarakat Desa di Indonesia. Jakarta: Aksara Baru.

Lubis, Z. (2011). Evaluasi Pendidikan Nilai. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Mazi, Ali. (2004). Peranan Nilai-Nilai Budaya Lokal Dalam Pelaksanaan Pembinaan Teritorial di Sulawesi Tenggara. Kendari.

Melamba, Basrin. (2012). Sagu (Tawaro) Dan Kehidupan Etnik Tolaki di Sulawesi Tenggara. Jurnal Paramita, Vol. 24, No. 2, Juli 222-237, ISSN 0854-0039.

Melamba, Basrin. (2013). Tolaki, Sejarah, Identitas dan Kebudayaan. Yogyakarta: Lukita.

Nawawi, H. (2005). Metode Penelitian Bidang Sosial. Yogyakarta: Gadja Mada University Press.

Sardiman. (2012). Pembelajaran Sejarah Dan Pembangunan Karakter Bangsa. Dalam Pendidikan Sejarah Untuk Manusia dan Kemanusiaan: Refleksi Perjalanan Karir Akademik Prof. Dr. H. Said Hamid Hasan, MA. Jakarta: Bee Media Indonesia.

Spradley, J.P. (2007). Metode Etnografi. (terjemah). Yogyakarta: Tiara Wacana.

Supriatna, N. (2012). Ecopedagogy dan Green Curriculum dalam Pembelajaran Sejarah. Dalam Pendidikan Sejarah Untuk Manusia dan Kemanusiaan: Refleksi Perjalanan Karir Akademik Prof. Dr. H. Said Hamid Hasan, MA. Jakarta: Bee Media Indonesia.

Su’ud, Muslimin. (2008). Aneka Ragam Kebudayaan Tolaki. Kendari: Universitas Halu Oleo.

Su’ud, Muslimin. (2012). Kompilasi Hukum Adat Perkawinan di Sulawesi Tenggara. Kendari: HISPISI Cabang Sultra.

Tarimana, Abdurrauf, (1993). Kebudayaan Tolaki. Jakarta: Balai Pustaka.

Tarimana, Abdurrauf, (1993). Seri Etnografi Kebudayaan Tolaki. Jakarta: Balai Pustaka.

Tondrang, Azis, (2000). Peranan Kalosara dalam Pembentukan Karakter Masyarakat Tolaki. Unaaha: Makalah dalam Rangka Musyawarah Adat I Suku Bangsa Tolaki.

Wiriaatmadja, R. (2002). Pendidikan Sejarah di Indonesia: Perspektif Lokal, Nasional, Dan Global. Bandung: Historia Utama Press.

Wagiran. (2010). Pengembangan Model Pendidikan Kearifan Lokal Di Wilayah Provinsi DIY Dalam Mendukung Perwujudan Visi Pembangunan Diy Menuju Tahun 2025 (Tahun Kedua). Penelitian. Yogyakarta: Biro Administrasi Pembangunan.

Yulianti, Ling. (2015). Pewarisan Nilai-Nilai Budaya Masyarakat Adat Cikondang Dalam Pembelajaran Sejarah Di Madrasah Aliyah Al-Hijrah. Jurnal Candrasangkala, Vol. 1, No. 1, November, ISSN 0854-3461.




DOI: http://dx.doi.org/10.24127/hj.v8i1.2254

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

HISTORIA :Jurnal Program Studi Pendidikan Sejarah(p-ISSN: 2337-4713,e-ISSN: 2442-8728) Jl. Ki Hajar Dewantara, No. 116 Metro Timur, Kota Metro, Lampung, Indonesia 

phone (+6285200847481) (historiaummetro@gmail.com)

 

Creative Commons License
HISTORIA by Pendidikan Sejarah UM Metro is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

HISTORIA :Jurnal Program Studi Pendidikan Sejarah

 

 

Historia Stats

Free counters!