LITERASI ALAT DITINJAU DARI 3 PROSES MATEMATIKA DALAM MENYELESAIKAN PROYEK PENGUKURAN TINGGI TIANG BENDERA

Sara Kartika Ratri(1*), Erlina Prihatnani(2),

(1) Universitas Kristen Satya Wacana
(2) Universitas Kristen Satya Wacana
(*) Corresponding Author


Abstract


Abstrak
Literasi matematika membantu sesorang untuk merumuskan, menggunakan, dan menafsirkan matematikake dalam berbagai konteks. Namun, tidak semua orang memiliki kemampuan literasi matematika yang cukup. Berdasarkan hasil survei yang dilakukan PISA dan TIMSS selama 10 tahun terakhir, menunjukkan bahwa literasi matematika di Indonesia masih belum menunjukkan hasil yang diharapkan. Berdasarkan masalah tersebut, maka perlu dilakukan analisis literasi matematika secara mendalam. Literasi matematika dapat di analisis dalam aspek yang saling terkait satu sama lain. Aspek tersebut salah satunya adalah proses matematika. Selain itu PISA juga mengungkapkan bahwa ada tujuh kemampaun dasar matematika yang mendukung setiap proses dalam literasi matematika. Salah satu kemampuan dasar matematika adalah penggunaan alat matematika. Penelitian kualitatif ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan literasi matematika mahasiswa calon guru matematika terhadap penggunaan alat matematika ditinjau dari 3 proses matematika dalam menyelesaikan proyek pengukuran tinggi tiang bendera. Subjek penelitian ini adalah sembilan mahasiswa Pendidikan Matematika Universitas Kristen Satya Wacana angkatan 2020 yang sudah mengambil matakuliah Trigonometri, komunikatif, dan bersedia menjadi subyek. Data yang dikumpulkan berupa laporan proyek (laporan awal, laporan pelaksanaan, laporan akhir) dan wawancara. Dari proyek dapat diketahui bahwa penggaris, meteran, klinometer dan kalkulator digunakan untuk menyelesaikan proyek pengukuran tinggi tiang. Namun alat-alat tersebut masih ditemukan ketidakoptimalan dan kesalahan penggunaanya.
 
Abstract
Mathematical literacy helps someone to formulate, use, and interpret mathematics into various contexts. However, not everyone has sufficient mathematical literacy skills. Based on survey results conducted by PISA and TIMSS for the last 10 years, shows that mathematical literacy in Indonesia is still not showing the expected results. Based on these problems, it is necessary to do an in-depth analysis of mathematical literacy. Mathematical literacy can be analyzed in aspects that are interrelated with one another. One of these aspects is the mathematical process. In addition, PISA also reveals that there are seven basic mathematical abilities that support every process in mathematical literacy. One of the basic abilities of mathematics is the use of mathematical tools. This qualitative research aims toanalyze the mathematical literacy abilities of prospective mathematics teacher students towards the use of mathematical tools in terms of 3 mathematical processes in completing a project measuring the height of a flagpole. The subjects of this study were nine students of Mathematics Education at Satya Wacana Christian University class of 2020who have taken Trigonometry courses, are communicative, and are willing to be subjects.Data collected in the form of project reports (preliminary reports, implementation reports, final reports) and interviews. From the project it can be seen thata ruler, tape measure, clinometer and calculator are used to complete a pile height measurement project. However, these tools are still found to be not optimal and misused.

Keywords


alat matematika; literasi matematika; proses matematika

References


Binangun, H. H., & Hakim, A. R. (2016). Pengaruh Penggunaan Alat Peraga Jam Sudut Terhadap Hasil Belajar Matematika. Jurnal Kajian Pembelajaran Matematika, 01(02), 204–214.

Hali, F., Ardiansyah, Rahayu, D. S., & Sari, D. U. (2022). Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa Ditinjau dari Self confidence. Arus Jurnal Pendidikan, 2(1), 47–53. https://doi.org/10.57250/ajup.v2i1.59

Hera, R., & Sari, N. (2015). Literasi Matematika: Apa, Mengapa dan Bagaimana? Journal of Mathematics Education, 713–720.

Janah, S. R., Suyitno, H., & Rosyida, I. (2019). Pentingnya Literasi Matematika dan Berpikir Kritis Matematis dalam Menghadapi Abad ke-21. Journal of Mathematics Education, 2, 905–910. https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/prisma/article/view/29305

Jayanti. (2014). Analisis Pembelajaran dan Literasi Matematika serta Karakter Siswa Materi Geometri dan Pengukuran. Unnes Journal of Mathematics Education Research, 2(1), 76–83.

Kusgiarohmah, P. A., Sudirman, S., & Rahardjo, S. (2022). Kemampuan Representasi Simbolik Mahasiswa Calon Guru dalam Menyelesaikan Masalah Matematika Ditinjau dari Perbedaan Gender. Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika, 6(1), 560–571. https://doi.org/10.31004/cendekia.v6i1.1135

Kusumawardani, D. R., Wardono, & Kartono. (2018). Pentingnya Penalaran Matematika dalam Meningkatkan Kemampuan Literasi Matematika. Prisma, 1(1), 588–595.

Marfu’ah, I., Julaeha, S., & Solihah, A. (2019). Pengaruh Penggunaan Alat Peraga pada Materi Pokok Dimensi Tiga terhadap Hasil Belajar Matematika. SAP (Susunan Artikel Pendidikan), 4(2). https://doi.org/10.30998/sap.v4i2.4261

Muzaki, A., & Masjudin, M. (2019). Analisis Kemampuan Literasi Matematis Siswa. Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika, 8(3), 493–502. https://doi.org/10.31980/mosharafa.v8i3.557

Nilawati. (2013). Peningkatan Proses dan Hasil Belajar Siswa Tentang Pengukuran Sudut Menggunakan Busur Derajat Di Kelas IV. Journal of Mathematics Education, 16(4), 2013. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/23956527/

OECD. (2012). Education at a Glance, Education at a Glance 2012:OECD Indicators.

OECD. (2015). PISA 2015 Assessment and Analytical Framework: Science, Reading, Mathematic, Financial Literacy and Collaborative Problem Solving (Revised Edition). In OECD Publishing.

OECD. (2018). PISA 2018 Draft analytical Frameworks. PISA 2018 Draft Analytical Frameworks, May 2016, 1–170. https://www.oecd.org/pisa/data/PISA-2018-draft-frameworks.pdf

OECD. (2019). Programme for International Student Assessment (PISA). The Language of Science Education, 79–79. https://doi.org/10.1007/978-94-6209-497-0_69

Ojose, B. (2011). Mathematics Lteracy : Are We Able to Put the Mathematics We Learn Into Everyday Use? Journal of Mathematics Education, 4(1), 89–100.

Palma, D. I., Lawalata, D. J., & Mpuang, T. (2020). Penggunaan Kalkulator Saintifik Sebagai Media Eksploratif Bagi Peserta Didik Untuk Menemukan Sifat-Sifat Eksponensial. Prosiding Seminar Nasional Matematika, 3, 377–384. https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/prisma/

Sagita, M., & Kania, N. (2019). Penggunaan Alat Peraga Dalam Pembelajaran Matematika Di Sekolah Dasar. Seminar Nasional Pendidikan, FKIP UNMA 2019, 1, 570–576.

Samura, A. O. (2015). Penggunaan media dalam pembelajaran matematika dan manfaatnya. Delta-Pi: Jurnal Matematika Dan Pendidikan Matematika, 4(1), 69–79. http://dx.doi.org/10.33387/dpi.v4i1.145

TIMSS. (2015). Trends in International Mathematics and Science Study (TIMSS). Encyclopedia of Quality of Life and Well-Being Research, 6737–6739. https://doi.org/10.1007/978-94-007-0753-5_3063

Wahyu Widayati, C. S. (2013). Komparasi Beberapa Metode Estimasi Kesalahan Pengukuran. Jurnal Penelitian Dan Evaluasi Pendidikan, 13(2), 182–197. https://doi.org/10.21831/pep.v13i2.1409

Wahyunigsih, S. (2021). Pendidikan, Kementerian Teknologi, D A N Dasar, Direktorat Sekolah Pengantar, Kata. Modul Literasi Numerasi Di Sekolah Dasar, 1, 22. http://ditpsd.kemdikbud.go.id/upload/filemanager/2021/06/2 Modul Literasi Numerasi.pdf

Wijaya, A. (2009). Hypothetical Learning Trajectory dan Peningkatan Pemahaman Konsep Pengukuran Panjang. Journal of Mathematics Education, September, 978–979.




DOI: http://dx.doi.org/10.24127/ajpm.v12i2.7450

Refbacks

  • There are currently no refbacks.