BAGAIMANA KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH BARISAN DAN DERET DITINJAU DARI GAYA KOGNITIF SISWA

Samsul Maarif(1*), Khoerul Umam(2), Febriantoni Febriantoni(3), Slamet Slamet(4),

(1) Universitas Muhammadiyah Prof DR HAMKA
(2) Universitas Muhammadiyah Prof DR HAMKA
(3) Universitas Muhammadiyah Prof DR HAMKA
(4) Universitas Muhammadiyah Prof DR HAMKA
(*) Corresponding Author


Abstract


Perbedaan gaya kognitif siswa dalam belajar, memberikan persepsktif yang berbeda pada saat memahami tahapan pemecahan masalah barisan dan deret. Tujuan dari penelitian ini mengeksplorasi cara berpikir siswa dalam memecahkan masalah barisan dan deret dari perbedaan gaya kogntifi. Metode penelitian kualitatif dipilih karena sesuai untuk mendeskripsikan bagaimana siswa field dependent dan independent dalam memecahkan masalah matematika. Pemlihan subjek dilakukan pada kelas XI dengan mempertimbangkan perbedaan gaya kognitif siswa. Tes instrumen masalah barisan dan deret  yang sudah divalidasi diberikan pada siswa. Data yang diperoleh dari penelitian ini yaitu transkripsi, hasil pekerjaan siswa dan catatan lapangan. Analisis data penelitin menggunakan kode-kode yang didasarkan atas tahapan pemecahan masalah. Kode-kode yang memiliki karakteristik yang sama dikumpulkan sebagai dasar untuk mendeskripsikan cara siswa memecahkan masalah barisan dan deret. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cara berpikir siswa dengan gaya Field Independent cendrung berpikir konseptual. Pemilihan informasi dan pengunaan rumus matematika yang dilakukan oleh field independent selalu berbasis pada data dan pengetahuan yang ia miliki. Hal berbeda dengan siswa dengan gaya Field Dependent cendrung berpikir menyelesaikan soal dengan menggunakan konsep tetapi cenderung selalu ingin cepat dalam setiap tahapan pemecahan masalah yang terkadang kesalahan dalam keputusan.

Differences in students' cognitive styles in learning, provide different perspectives when understanding the stages of problem solving in sequences and series. The purpose of this study is to explore students' ways of thinking in solving problems of sequences and series of different cognitive styles. The qualitative research method was chosen because it is suitable for describing how field dependent and independent students solve mathematical problems. Subject selection was carried out in class XI taking into account the differences in students' cognitive styles. Instrument tests for sequences and series problems that have been validated are given to students. The data obtained from this study are transcriptions, student work results and field notes. Research data analysis uses codes based on the stages of problem solving. Codes that have the same characteristics are collected as a basis for describing how students solve sequence and series problems. The results showed that the way students think with the Field Independent style tends to think conceptually. The selection of information and the use of mathematical formulas carried out by independent fields is always based on the data and knowledge they have. This is different from students with the Field Dependent style who tend to think of solving problems using concepts but tend to always want to be fast in every stage of problem solving which sometimes makes mistakes in decisions.


References


Ainley, M., & Ainley, J. (2011). Student engagement with science in early adolescence: The contribution of enjoyment to students’ continuing interest in learning about science. Contemporary Educational Psychology, 36(1), 4–12. https://doi.org/10.1016/j.cedpsych.2010.08.001

Altıntaş, S., & Görgen, İ. (2018). The Effects of Pre-service Teachers’ Cognitive Styles on Learning Approaches. International Journal of Evaluation and Research in Education (IJERE), 7(4), 285. https://doi.org/10.11591/ijere.v7i4.15737

Andriyani Astri. (2018). Soal Cerita Pada Materi Program Linear Ditinjau Dari Gaya Kognitif Siswa. Jurnal Pendidikan Berkarakter, 1(1), 16–22. https://doi.org///doi.org/10.31764/pendekar.v1i1.252

Appulembang, O. D. (2017). Profil Pemecahan Masalah Aljabar Berpandu pada Taksonomi Solo Ditinjau dari Gaya Kognitif Konseptual Tempo Siswa SMA Negeri 1 Makale Tana Toraja. Journal of Language, Literature, Culture, and Education, 13(2), 133–149. https://ojs.uph.edu/index.php/PJI/article/download/336/pdf

Bintoro, H. S., Walid, & Mulyono. (2021). The Spatial Thinking Process of the Field-Independent Students based on Action-Process-Object-Schema Theor. European Journal of Educational Research, 10(4), 1807–1823.

Chasanah, C., Riyadi, & Usodo, B. (2020). The effectiveness of learning models on written mathematical communication skills viewed from students’ cognitive styles. European Journal of Educational Research, 9(3), 979–994. https://doi.org/10.12973/EU-JER.9.3.979

Ero-Tolliver, I., Lucas, D., & Schauble, L. (2013). Young Children’s Thinking About Decomposition: Early Modeling Entrees to Complex Ideas in Science. Research in Science Education, 43(5), 2137–2152. https://doi.org/10.1007/s11165-012-9348-4

Handayani, N., & Hidayat, F. (2018). Hubungan Kemandirian terhadap Hasil Belajar Siswa Mata Pelajaran Matematika di kelas X SMK kota Cimahi. Journal on Education, 01(02), 1–8.

Handayani, T., Hartatiana, H., & Muslimahayati, M. (2020). Analisis Kesalahan Siswa Dalam Menyelesaikan Soal Cerita Materi Barisan Dan Deret Aritmatika. Issues in Educational Research Mathematics Education, 4(2), 43–48. https://doi.org/10.33087/phi.v4i2.111

Hasan, B. (2020). Proses Kognitif Siswa Field Independent Dan Field Dependent Dalam Menyelesaikan Masalah Matematika. Jurnal Pembelajaran Matematika Inovatif, 3(4), 323–332. https://doi.org/10.22460/jpmi.v3i4.323-332

Hastuti, E. S., Umam, K., Eclarin, L., & Perbowo, K. S. (2021). Kecemasan Siswa Sekolah Menengah Pertama Dalam Menyelesaikan Masalah Spldv Pada Kelas Virtual. International Journal of Progressive Mathematics Education, 1(1), 63–84. https://doi.org/10.22236/ijopme.v1i1.6914

Herliani, E. F., & Wardono. (2019). Perlunya Kemampuan Literasi Matematika Ditinjau Dari Gaya Kognitif dalam Pembelajaran Realistic Mathematics Education (RME). PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika, 2(1), 234–238.

Ike, F., & Suhendri, H. (2021). Analisis Kemampuan Pemahaman Konsep Matematis Siswa Kelas V Pada Materi Kubus Dan Balok. International Journal of Progressive Mathematics Education, 1(2), 161–183. https://doi.org/10.22236/ijopme.v1i2.7308

Irfan, M. (2017). Analisis Kesalahan Siswa dalam Pemecahan Masalah Berdasarkan Kecemasan Belajar Matematika. Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif, 8(2), 143–149. https://doi.org/10.15294/kreano.v8i2.8779

Joko S, D. (2021). Analisis Kemampuan Penalaran Matematis Peserta Didik dengan Penyajian Masalah Open-EndedPada Pembelajaran Daring. Kognitif, 1(1).

Kusumawati, V. G., & Andriyani, A. (2021). The group embedded figure and pattern test for cognitive styles of deaf-mute students. International Journal on Education Insight, 1(2), 69. https://doi.org/10.12928/ijei.v1i2.2769

Maarif, S., Umam, K., Soebagyo, J., & Pradipta, T. R. (2022). Critical review on mathematics virtual classroom practice in private university. International Journal of Nonlinear Analysis and Applications, 13(1), 975–982. https://doi.org/10.22075/ijnaa.2022.5616

Mardhiyana, D., & Sejati, E. O. W. (2016). Mengembangkan Kemampuan Berpikir Kreatif dan Rasa Ingin Tahu Melalui Model Pembelajaran Berbasis Masalah. PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika, 1(1), 672–688.

Maulidya, A. (2018). Berpikir Asosiatif, yaitu suatu ide merangsang timbulnya ide-ide lain. 1, 11–29.

Melin, K., Hadjar, I., & Sukayasa. (2015). Profil Kemampuan Penalaran Siswa Dalam Memecahkan Masalah Soal Cerita Barisan Dan Deret Aritmatika Di Kelas X SMA Negeri 2 Palu. AKSIOMA Jurnal Pendidikan Matematika, 4(3), 178–189.

Mirlanda, E. P., Nindiasari, H., & Syamsuri, S. (2020). Pengaruh Pembelajaran Flipped Classroom Terhadap Kemampuan Penalaran Matematis Ditinjau Dari Gaya Kognitif Siswa. Prima: Jurnal Pendidikan Matematika, 4(1), 11. https://doi.org/10.31000/prima.v4i1.2081

Nabila Ramadhani Maryanto dan Rizki Dwi Siswanto. (2021). Analisis Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis Ditinjau dari Gaya Kognitif dan Gender. Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika, 4. https://doi.org/dx.doi.org/10.24176/anargya.v4i1.6171

Nurfadilah, Suharto, & Setiawani, S. (2016). Profil Siswa Memahami Konsep Barisan Dan Deret Berdasarkan Tahap Belajar Dienes Di Kelas Ix-C Smp Nuris Jember. Kadikma, 7(1), 34–45.

Nurul Mahfiroh, dkk. (2021). Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Ditinjau dari Gaya Kognitif. Jurnal Pendidikan Matematika, 4. https://doi.org/https://doi.org/10.31537/laplace.v4i1.464

Purnomo, D. J., Asikin, M., & Junaedi, I. (2015). Tingkat Berpikir Kreatif Pada Geometri Siswa Kelas Vii Ditinjau Dari Gaya Kognitif Dalam Setting Problem Based Learning. Unnes Journal of Mathematics Education, 4(2). https://doi.org/10.15294/ujme.v4i2.7450

Purwanto, S. E. (2020). The Effect of Realistic Mathematics Education Approach on Mathematical Problem Solving Ability. Edumatika : Jurnal Riset Pendidikan Matematika, 3(2), 94. https://doi.org/10.32939/ejrpm.v3i2.595

Riawan, I., & Puspananda, D. R. (2020). Analisis kemampuan pemecahan masalah matematika pada materi aritmatika sosial ditinjau dari tipe kepribadian siswa. Educatif Journal of Education …, 2(20), 13–24.

Rusdi, R., Evriyani, D., & Praharsih, D. K. (2018). Pengaruh Model Pembelajaran Peer Instruction Flip Dan Flipped Classroom Terhadap Hasil Belajar Kognitif Siswa Pada Materi Sistem Ekskresi. Biosfer: Jurnal Pendidikan Biologi, 9(1), 15–19. https://doi.org/10.21009/biosferjpb.9-1.3

Septiany, V., Purwanto, S. E., & Umam, K. (2015). Influence of learning on realistic mathematics ict-assisted mathematical problem solving skills students. Doctoral Student Consortium (DSC) - Proceedings of the 23rd International Conference on Computers in Education, ICCE 2015.

Silaban, A. M., Simbolon, K., & Lumbantoruan, J. H. (2022). Kesulitan Siswa Dalam Memecahkan Masalah Barisan Dan Deret Aritmatika. Brillo Journal, 1(2), 95–101.

Sofia, N. I., Trapsilasiwi, D., Hussen, S., Sugiarti, T., & Oktavianingtyas, E. (2021). Kemampuan Pemecahan Masalah Barisan dan Deret Aritmetika Siswa Berdasarkan Tahapan IDEAL Problem Solving. Jurnal Riset Pendidikan Dan Inovasi Pembelajaran Matematika ISSN:2581-0480 (Electronic), 5(1).

Syukur, A., Yunus, Y., & Sirajuddin. (2021). Analisa Berpikir Statistis Siswa Berdasarkan Gaya kognitif Visualizer-Verbalizer untuk Kasus Statistik. Kognitif: Jurnal Riset HOTS Pendidikan Matematika, 1(1), 1–9. https://doi.org/10.51574/kognitif.v1i1.4

Umam, K., & Susandi, D. (2022). Critical thinking skills: Error identifications on students’ with APOS theory. International Journal of Evaluation and Research in Education, 11(1), 182–192. https://doi.org/10.11591/ijere.v11i1.21171

Vendiagrys, L., & Junaedi, I. (2015). Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Soal Setipe Timss Berdasarkan Gaya Kognitif Siswa Pada Pembelajaran Model Problem Based Learning. Unnes Journal of Research Mathematics Education, 4(1), 34–41. https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/ujmer/article/view/690

Wahyu Hidayat, R. S. (2018). Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis dan Adversity Quotient Siswa SMP Melalui Pembelajaran Open Ended. Jurnal JNPM (Jurnal Nasional Pendidikan Matematika), 2(1), 109. https://doi.org/10.1016/S0962-8479(96)90008-8

Yarmayani, A. (2016). Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa Kelas Xi Mipa Sma Negeri 1 Kota Jambi. Jurnal Ilmiah Dikdaya, 6(2), 12–19.




DOI: http://dx.doi.org/10.24127/ajpm.v11i4.6063

Refbacks

  • There are currently no refbacks.