KEMAMPUAN REPRESENTASI MATEMATIS DITINJAU DARI ADVERSITY QUOTIENT DAN SELF-EFFICACY

Dayana Sabila Husain(1*), Darhim Darhim(2), Kusnandi Kusnandi(3),

(1) Universitas Pendidikan Indonesia
(2) Universitas Pendidikan Indonesia
(3) Universitas Pendidikan Indonesia
(*) Corresponding Author


Abstract


Kemampuan representasi matematis berkaitan dengan kemampuan pemecahan masalah. Representasi masalah yang sesuai adalah dasar untuk memahami masalah dan merencanakan solusinya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana kemampuan representasi matematis siswa berdasarkan tipe adversity quotient (AQ) dan self-efficacy (SE). Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitiannya yaitu 5 siswa kelas XI IPA di Kota Bandung. Instrumen yang digunakan yaitu tes kemampuan representasi, angket AQ dan SE. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik tes, angket, dan wawancara. Teknik analisis data dilakukan dengan tahapan reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa dengan AQ climber dan SE sedang mampu membuat gambar untuk memperjelas masalah, menyelesaikan masalah dengan ekspresi matematis, membuat model matematika, dan menuliskan langkah penyelesaian dengan kata-kata, siswa dengan AQ camper dan SE tinggi mampu membuat gambar untuk memperjelas masalah, menyelesaikan masalah dengan ekspresi matematis, membuat model matematika, dan menyusun cerita sesuai dengan representasi yang disajikan, siswa dengan AQ camper dan SE sedang dan siswa dengan AQ camper dan SE rendah mampu menyelesaikan masalah dengan ekspresi matematis dan membuat model matematika, dan siswa dengan AQ quitter dan SE rendah tidak mampu memenuhi semua indikator kemampuan representasi.

 

Mathematical representation ability is related to problem solving ability. An appropriate problem representation is the basis for understanding the problem and planning its solution. This study aims to describe the mathematics representation ability based on adversity quotient (AQ) and self-efficacy (SE). The study uses a case study method with a qualitative approach. The research subjects were 5 students of class XI IPA in Bandung City. The instrument used were representation ability tests, AQ, and SE questionnaires. Data collection techniques using test, questionnaires, and interviews. Data analysis techniques using data reduction, data display, and drawing conclusions. The result showed that student with AQ Climber and moderate SE was able to make pictures to clarify problems, solve problems with mathematical expressions, make mathematical models, and write down steps to solve them with words, student with AQ camper and high SE was able to make pictures to clarify problems, solving problems with mathematical expressions, making mathematical models, and composing stories according to the representations presented, student with AQ camper and moderate SE and student with AQ camper and low SE was able to solve problems with mathematical expressions and make mathematical models, and student with AQ quitter and low SE was not able to meet all indicators of representational ability.


Keywords


Adversity quotient; mathematical representation ability; self-efficacy

References


Abdiyani, S. S., Khabibah, S., & Rahmawati, N. D. (2019). Profil Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Siswa SMP Berdasarkan Langkah-langkah Polya Ditinjau dari Adversity Quotient. Al-Khwarizmi: Jurnal Pendidikan Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam, 7(2), 123–134.

Basito, M. D., Arthur, R., & Daryati, D. (2018). Hubungan Efikasi Diri Terhadap Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi Siswa SMK Program Keahlian Teknik Bangunan Pada Mata Pelajaran Mekanika Teknik. Jurnal Pendidikan Teknik Sipil, 7(1), 21–34.

Damayanti, R. (2019). Profil Metakognisi Siswa dalam Menyelesaikan Masalah Segiempat Ditinjau dari Adversity Quotient. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Jember.

Handayani, H. (2019). Analisis Kemampuan Representasi Siswa Pada Materi Volume Kubus dan Balok di SDN Manangga Kabupaten Sumedang. JMIE (Journal of Madrasah Ibtidaiyah Education), 3(1), 48–61.

Hidayat, W., & Sariningsih, R. (2018). Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis dan Adversity Quotient Siswa SMP Melalui Pembelajaran Open Ended. Jurnal Nasional Pendidikan Matematika, 2(1), 109–118.

Kamalia, I. S., Bakar, A., & Nurbaity. (2019). Korelasi antara adversity quotient dengan self-efficacy pada siswa kelas XII SMA Negeri di Kota Banda Aceh. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan Dan Konseling, 4(4), 53–58.

Khusna, N., Karyanta, N. A., & Setyanto, A. T. (2017). Hubungan antara Adversity Quotient dan Dukungan Keluarga dengan Kematangan Karir Remaja Yatim di SMA di Surakarta. Wacana, 9(1), 14–27.

Minarni, A., Napitupulu, E. E., & Husein, R. (2016). Mathematical understanding and representation ability of public junior high school in North Sumatra. Journal on Mathematics Education, 7(1), 43–56.

Nadia, L. N., Waluyo, S. B., & Isnarto. (2017). Kemampuan Representasi Matematis ditinjau dari Self Efficacy Peserta Didik melalui Inductive Discovery Learning. Unnes Journal of Mathematics Education Research, 6(2), 242–250.

Pratiwi, N. K. A., Yusmin, E., & Yani, A. (2019). Kemampuan Representa Matematis Menyelesaikan Soal Segi Empat Ditinjau dari Self-Efficacy di Madrasah Tsanawiyah. Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Khatulistiwa, 8(9), 1–8.

Sabirin, M. (2014). Representasi dalam Pembelajaran Matematika. Jurnal Pendidikan Matematika, 1(2), 33–44.

Said, R. S., Subarinah, S., Baidowi, B., & Sripatmi, S. (2021). Kemampuan Representasi Matematis Ditinjau Dari Self Efficacy Siswa Kelas VIII Tahun Ajaran 2020/2021. Griya Journal of Mathematics Education and Application, 1(3), 306–315.

Saidah, S., & Aulia, L. A.-A. (2014). Hubungan Self-Efficacy dan Adversity Quotient (AQ). Jurnal Psikologi, 2(2), 54–61.

Saputri, R. R., Sa’dijah, C., & Chandra, T. D. (2022). Analisis Kemampuan Representasi Matematis Siswa Tipe Camper Dalam Pemecahan Masalah Matematika Di Era Pandemi Covid-19. JIPM (Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika), 10(2), 178–192.

Sari, J., Nasrullah, N., & Mulbar, U. (2020). Deskripsi Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi Siswa Kelas XI IPA SMA dalam Menyelesaikan Soal Program Linear ditinjau dari Kecerdasan Adversitas dan Efikasi Diri. Issues in Mathematics Education (IMED), 4(1), 52–67.

Setyawati, R. D., Ambarizka, E. B., & Handayanto, A. (2020). Profil Kemampuan Representasi Matematis Siswa SMP ditinjau dari Self Efficacy. Phenomenon : Jurnal Pendidikan MIPA, 10(2), 220–235.

Stoltz, P. G. (2000). Adversity Quotient: Mengubah Hambatan Menjadi Peluang (Y. Hardiwati (ed.)). Jakarta: PT. Grasindo.

Subaidi, A. (2016). Self-efficacy siswa dalam pemecahan masalah matematika. Sigma, 1(2), 64–68.

Suningsih, A., & Istiani, A. (2021). Analisis Kemampuan Representasi Matematis Siswa. Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika, 10(2), 225–234.

Supardi, U. S. (2015). Pengaruh Adversity Qoutient terhadap Prestasi Belajar Matematika. Formatif: Jurnal Ilmiah Pendidikan MIPA, 3(1), 61–71.

Widiastuti, E. (2021). Pengaruh Model Pembelajaran Attention, Relevance, Confidence, and Satisfaction (ARCS) terhadap Kemampuan Representasi Matematis ditinjau dari Adversity Quotient Peserta Didik. Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, UIN Raden Intan Lampung.




DOI: http://dx.doi.org/10.24127/ajpm.v11i4.5903

Refbacks

  • There are currently no refbacks.