STUDENTS’ ERRORS IN SOLVING REASONING-BASED CONGRUENCE PROOF PROBLEMS

Scristia Scristia(1*), Siti Aisyah(2), Meryansumayeka Meryansumayeka(3), Erna Retna Safitri(4), Haris Kurniawan(5),

(1) Universitas Sriwijaya
(2) Universitas Sriwijaya
(3) Universitas Sriwijaya
(4) Universitas Sriwijaya
(5) Universitas Taman Siswa
(*) Corresponding Author


Abstract


This study aims to describe the difficulties faced by students in solving reasoning problems in the form of proving the triangle congruence. This type of research is descriptive qualitative. The research subjects were 25 students of grades IX in one of the junior high schools in Palembang in the odd semester of the 2021/2022 academic year. Data were obtained from tests conducted in November 2021. The results showed that the errors encountered by students when solving the question of proof of cooperation are: not knowing the symbols in mathematics, failing to grasp the meaning of the problem, weak knowledge of mathematical concepts and principles, being careless, and not being meticulous.

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesalahan yang dihadapi siswa dalam menyelesaikan masalah penalaran berupa pembuktian kesebangunan segitiga. Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah 25 siswa kelas IX di salah satu SMP di Palembang pada semester gasal tahun pelajaran 2021/2022. Data diperoleh dari tes tertulis yang dilakukan pada bulan November 2021. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  kesalahan yang dilakukan siswa pada saat menyelesaikan soal pembuktian disebabkan antara lain; kesalahan menulis simbol-simbol matematika, kesalahan konsep berupa kesalahan menangkap makna soal, kesalahan prinsip matematika, dan tidak teliti.



Keywords


Congruence proof; Newman’s error analysis; Mathematical reasoning; Students’ errors

Full Text:

PDF

References


Adamura, F., & Susanti, V. D. (2018). Penalaran matematis mahasiswa dalam memecahkan masalah analisis real berdasarkan kemampuan berpikir intuitif. JMME. 8(2): 156–172.

Akuba, S. F., Purnamasari, D., & Firdaus, R. (2020). Pengaruh kemampuan penalaran, efikasi diri dan kemampuan memecahkan masalah terhadap penguasaan konsep matematika. JNPM. 4(1): 44–60.

Badriani, I., Wyrasti, A. F., & Tanujaya, B. (2022). Student errors in solving HOTS based-match story problems with Newman's theory. Jurnal Elemen, 8(1), 77-88.

Fadilah, R., & Bernard, M. (2021). Analisis kesalahan siswa dalam menyelesaikan masalah matematika kontekstual materi kekongruenan dan kesebangunan. JPMI (Jurnal Pembelajaran Matematika Inovatif). 4(4): 817-826.

IEA. (2016). The TIMSS 2015 international results in mathematics. In TIMSS & PIRLS international study center.

Islami, A. N., Rahmawati, N. K., & Kusuma, A. P. (2019). Analisis kesulitan siswa dalam menyelesaikan soal matematika pada materi kekongruenan dan kesebangunan. In Simposium Nasional Ilmiah & Call for Paper Unindra (Simponi).

Kosasih, U. (2017). Analisis terhadap mistake dan miskonsepsi peserta didik dalam memahami kekongruenan, kesebangunan, dan bangun ruang sisi lengkung melalui pembelajaran berbasis masalah. Disertasi. Bandung: Universitas Pendidikan Indonesia.

Komariyah, dkk. (2018). Analisis Pemahaman Konsep dalam Memecahkan Masalah Matematika Ditinjau dari Minat Belajar Siswa. Jurnal LP3M. Vol. 4 (1), 1.

Maesaroh, S., Sumarmo, U., & Hidayat, W. (2020). Mathematical reasoning ability and resilience (experiment with senior high students using inductive and deductive approach and based on student’s cognitive stage). JIML. 3(3): 87–101.

Nainggolan, J., & Pasaribu, H. B. (2021). Efektivitas pembelajaran peta konsep dalam meningkatkan hasil belajar matematika materi kesebangunan dan kekongruenan ditinjau dari kreativitas. Jurnal Ilmu Pendidikan Indonesia. 9(1): 34C43.

NCTM. (2000). Principles and Standar for School Mathematics. Reston, VA: The National Council of Teachers of Mathematics, Inc.

OECD. (2019). PISA Results from PISA 2018. Paris: OECD Publishing.

Otalora, Y. (2016). Young Children Understanding Congruence of Triangles within a Dynamic Multi-Touch Geometry Environment. Annual Meeting of the North American Chapter of the International Group for the Psychology of Mathematics Education (pp. 251-258). University of Arizona.

Rahayu, S. (2016). Analisis kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal-soal kesebangunan. JURNAL e-DuMath. 2(1): 1–9.

Salmina, M., & Nisa, S. K. (2018). Kemampuan penalaran matematis siswa berdasarkan gender pada materi geometri. Numeracy. 5(1): 41–48.

Santosa, F. H., Negara, H. R. P., & Bahri, S. (2020). Efektivitas pembelajaran google classroom terhadap kemampuan penalaran matematis siswa. JP3M. 3(1): 62–70.

Syaripuddin, S., Fauzi, A., & Ariswoyo, S. (2020). Peningkatan kemampuan penalaran matematis siswa MTs melalui pendekatan metakognitif. Jurnal MathEducation Nusantara. 3(2): 55–64.

Solfitri, T., & Roza, Y. (2015). Analisis kesalahan dalam menyelesaikan soal-soal geometri siswa kelas IX SMPN se-kecamatan tampan pekanbaru. SEMIRATA 2015, 1(1).

Sunardiningsih, G. W., Hariyani, S., & Fayeldi, T. (2019). Analisis kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal matematika berdasarkan analisis Newman. RAINSTEK: Jurnal Terapan Sains & Teknologi, 1(2), 41-45.

Utami, D. N., Kusmanto, B., & Widodo, S. A. (2019). Analisis kesalahan dalam mengerjakan soal geometri. JEMS: Jurnal Edukasi Matematika dan Sains, 7(1), 37-44.




DOI: http://dx.doi.org/10.24127/ajpm.v11i4.5825

Refbacks

  • There are currently no refbacks.