Pengembangan Soal Kemampuan Berpikir Kritis Berbasis Kearifan Lokal Sumatera Selatan Pada Materi Trigonometri
(1) Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang
(*) Corresponding Author
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan soal kemampuan berpikir kritis berbasis kearifan lokal Sumatera Selatan pada materi trigonometri yang valid dan memiliki karakteristik soal yang baik. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengkategorikan kemampuan berpikir kritis subjek menjadi kategori tinggi, sedang dan rendah. Penelitian ini adalah penelitian pengembangan dengan menggunakan model pengembangan 4-D. Langkah-langkah prosedur pengembangan 4-D yaitu : Define, Design, Develop dan Disseminate. Subjek dalam penelitian ini adalah mahasiswa tahun pertama angkatan 2018 program studi pendidikan matematika UIN Raden Fatah Palembang. Teknik pengumpulan data menggunakan tes kemampuan berpikir kritis, wawancara dan dokumentasi. Penelitian ini menghasilkan 5 soal kemampuan berpikir kritis berbasis kearifan lokal sumatera selatan berbentuk soal cerita, kisi-kisi dan rubrik penskoran. Hasil validasi menunjukan bahwa produk yang dikembangkan memiliki kategori valid. Jika ditinjau dari tingkat kesukaran, soal yang dikembangkan memiliki indeks kesukaran yang baik. Hasil perhitungan reliabilitas soal sebesar 0,661 berada pada kategori sedang. Berdasarkan hasil uji lapangan didapat bahwa kemampuan berpikir kritis mahasiswa tahun pertama UIN Raden Fatah Palembang masih tergolong rendah dengan rerata 58,32. Hasil wawancara juga menunjukkan bahwa mahasiswa mengalami kesulitan dalam memahami soal cerita. Namun, produk yang dihasilkan cukup menarik serta memberikan tambahan pengetahuan baru bagi mahasiswa dengan mengaitkan antara soal dengan kearifan lokal yang dekat dengan mereka. Secara keseluruhan hasil penelitian menunjukan bahwa soal kemampuan berpikir kritis yang dikembangkan layak untuk digunakan.
Abstract
This aim of study were to produce a valid test about critical thinking skills based on South Sumatra's lokal wisdom on trigonometry material and have good question characteristics. The study also aimed to classify critical thinking skills subjects into categories of high, medium and low. This research is a development study using 4-D development model. The steps in the 4-D development procedure are: Define, Design, Develop and Disseminate. The subjects in this study were the first year students of the 2018 class of mathematics education program UIN Raden Fatah Palembang. Data collection techniques using tests of critical thinking skills and interviews. The result of this study were questions of critical thinking ability based on lokal wisdom in South Sumatra in the form of 5 story questions, test blueprint, and scoring guide. The validation results show that the product developed has a valid category. If viewed from the level of difficulty, the questions developed have a good index of difficulties. The results of the calculation of the reliability of the questions of 0.661 are in the medium category. Based on the results of the field test, it was found that the critical thinking ability of first year students of UIN Raden Fatah Palembang was still relatively low with an average of 58.32. The results of the interviews also showed that students had difficulty in understanding story problems. However, the products produced are quite interesting and provide additional new knowledge for students by linking questions with lokal wisdom that is close to them. Overall the results of the study indicate that the critical thinking skills developed are feasible to use.
Keywords
Full Text:
PDF (Bahasa Indonesia)References
Abdullah, I. H. (2013). Berpikir Kritis Matematik. Delta-Pi: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika, 2(1), 66-75.
Dazrullisa. (2018). Pengaruh Pembelajaran Matematika berbasis Kearifan Lokal terhadap Minat Belajar Siswa. Genta Mulia, 9(2), 141-149
Diem, F. S. (2012). Wisdom of the Lokality (Sebuah Kajian: Kearifan Lokal dalam Arsitektur Tradisional Palembang). Jurnal Berkala Teknis, 2(4), 299-305.
Ikhwanudin, T. (2018). Pembelajaran Matematika Berbasis Kearifan Lokal Untuk Membangun Karakter Bangsa. UNION: Jurnal Pendidikan Matematika, 6(1), 11-18.
Jayadipura, Y. (2014). Mengukur Kemampuan Berpikir Kritis Matematik. Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Matematika Program Pasca Sarjana STKIP Siliwangi, 27 November 2014. Bandung.
Kaselin, Sukestiyarno, & Waluya (2012). Kemampuan Komunikasi Matematis pada Pembelajaran Matematika dengan Strategi REACT berbasis Etnomatematika. Unnes Journal of Mathematics Education Research 2(2), 121-127.
Samo. (2017). Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Mahasiswa Tahun Pertama Pada Masalah Geometri Konteks Budaya. Jurnal Riset Pendidikan Matematika, 4(2), 141-152
Santoso, F. G. (2016). Kemampuan Berpikir Kritis Mahasiswa dalam Menyelesaikan Soal Analisis melalui Pembelajaran Matematika Berdasarkan Masalah. Jurnal Edukasi Matematika dan Sains, 1(1), 11-17.
Sunandar. (2018). Pembelajaran Matematika Berbasis Kearifan Lokal. Prosiding SNPMAT 1, 1, pp. 1-14. Jawa Tengah.
Syahbana, A. (2011) Peningkatan Kemampuan Berpikir Kritis Matematis Siswa SMP melalui Pendekatan Contextual Teaching and Learning. Edumatica, 2(1), 45-57
Thiagarajan, S., Semmel, D.S., & Semmel, M.I. (1974). Instructional Development for Training Teachers of Exceptional Children : A Sourcebook. Indiana: Indiana University.
Yusuf, M., Zulkardi, & Saleh, T. (2009). Pengembangan Soal-soal Open-Ended pada pokok bahasan Segitiga dan Segiempat di SMP. Jurnal Pendidikan Matematika, 3(2).
Zulfah. (2018). Analisis Kebutuhan Pengembangan Soal Berbasis Kearifan Lokal. Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika, 2(1), 1-6.
DOI: http://dx.doi.org/10.24127/ajpm.v9i1.2459
Refbacks
- There are currently no refbacks.