KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF MATEMATIS SISWA SMP DALAM MENYELESAIKAN SOAL PEMECAHAN MASALAH DI TINJAU DARI ADVERSITY QUOTIENT TIPE CLIMBER

Ratni Purwasih(1*),

(1) STKIP SILIWANGI
(*) Corresponding Author


Abstract


Kemampuan berpikir kreatif merupakan kemampuan siswa untuk menemukan jalan penyelesaian yang tidak biasa, unik, dan belum pernah ditemukan oleh orang lain. Pengembangan konsep berpikir kreatif matematis dapat membuat siswa putus asa dan menyerah, sehingga dibutuhkan sebuah kemampuan lain agar siswa mampu bertahan dan mampu mengubah kesulitan-kesulitan yang ditemui menjadi peluang untuk dirinya lebih maju. Kemampuan yang dimiliki seseorang dalam mengamati kesulitan dan mengolah kesulitan tersebut dengan kecerdasan yang dimiliki sehingga menjadi sebuah tantangan untuk diselesaikan dikenal dengan  Adversity Quotient (AQ). AQ terdiri dari 3 tipe, yaitu climber, camper, dan quitter.  Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian ini bermaksud untuk mengetahui bagaimana tingkat kemampuan berpikir kreatif matematis  dalam menyelesaikan soal kubus dan balok di tinjau dari Adversity Quotient tipe Climber. Penelitian dilaksanakan pada semester genap tahun pelajaran 2019/2020 di SMP Negeri 2 Ngamprah, kelas VIII  yang berjumlah 31 siswa dan  subjek dalam penelitian ini adalah 2 siswa. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi: 1) tes yang digunakan untuk mengetahui kemampuan siswa dalam berpikir kreatif matematis; 2) wawancara yang berdasarkan tugas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa climber melakukan proses berpikir asimilasi pada tahap memahami masalah, menyusun rencana penyelesaian, menyelesaikan masalah sesuai perencanaan, dan memeriksa kembali hasil yang telah diperoleh dan memiliki kemampuan untuk mengerjakan soal-soal berpikir kreatif pada indikator fluency, felexibility.

 

Abstract

The ability to think creatively is the ability of students to find ways of solving that are unusual, unique, and have never been found by others. The development of the concept of mathematical creative thinking can make students despair and give up, so that another ability is needed so that students are able to survive and be able to change the difficulties encountered to become opportunities for themselves to advance. The ability possessed by a person in observing difficulties and cultivating these difficulties with intelligence possessed so that it becomes a challenge to be solved is known as Adversity Quotient (AQ). AQ consists of 3 types, namely climber, camper, and quitter. This research is a qualitative descriptive study. This study intends to find out how the level of mathematical creative thinking ability in solving cubes and beams is reviewed from the Adversity Quotient type of Climber. The study was conducted in the even semester of the school year 2019/2020 in Ngamprah Middle School 2, class VIII which amounted to 31 students and the subjects in this study were 2 students. Data collection methods used in this study include: 1) tests used to determine students' abilities in mathematical creative thinking; 2) task-based interviews. The results showed that the climber students did the assimilation process of thinking at the stage of understanding the problem, preparing a settlement plan, solving the problem according to the plan, and re-examining the results that had been obtained and having the ability to work on creative thinking questions on the indicator of fluency, flexibility.


Keywords


Adversity Quotient climber; mathematical creative thinking; problem solving.

References


Hidayat, W.(2017). Adversity Quotient Dan Penalaran Kreatif Matematis Siswa SMA Dalam Pembelajaran Argument Driven Inquiry Pada Materi Turunan Fungsi. KALAMATIKA: Jurnal Pendidikan Matematika,2(1), 15-28.

Kemendikbud. (2013).Kerangka Dasar Kurikulum 2013. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar. Jakarta

Maharani, et. al (2019). Analyzing the student’s cognitive abilities through the thinking levels of geometry van hiele reviewed from gender perspective No Title. In J. Phys.: Conf. Ser1188 012066 (pp. 1–8).

Mulyaningsih, T., & Ratu, N. (2018). Analisis Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa SMP dalam Memecahkan Masalah Matematika pada Materi Pola Barisan Bilangan. Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika, 3(1).

Muthaharah, Y.A. , Kriswandani.,& Prihatnani, E.(2018).Analisis Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis Siswa Smp Dalam Menyelesaikan Soal Bangun Ruang Sisi Datar. Jurnal Mitra Pendidikan, 2(1), 63-75.

Purwanti, D., Fakhri, J,.& Negara, H.S.(2019) Analisis Tingkat Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis Peserta Didik Ditinjau Dari Gaya Belajar Kelas VII SMP. AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika , 8(1),91-102.

Purwasih, R .(2015). Peningkatan Kemampuan Pemahaman Matematis dan Self Confidence Siswa Mts di Kota Cimahi Melalui Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing.. Didaktik, 9 (1), 16-25.

Rosania, Y., Mujib., & Suri, F.I. (2019). Pendekatan Teori Belajar Andragogi terhadap Kemampuan Menyelesaikan Soal Matematika ditinjau dari Gender . AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika, 8(1),103-111.

Stoltz, P.G. (2000). Adversity Quotoient, Mengubah Hambatan Menjadi Peluang(diterjemahkan oleh T Hermaya). Jakarta: PT Gramedia Widiasarana Indonesia.

Stoltz, P.G. (2004). Adversity Quotoient, Mengubah Hambatan Menjadi Peluang (kelima). Jakarta: PT Grasindo

Sugiyono. (2011). Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R & D). Bandung: Alfabeta.

Yanti, A.P., & Syazali, M. (2016). Analisis Proses Berpikir Siswa dalam Memecahkan Masalah Matematika Berdasarkan Langkah-Langkah Bransford dan Stein Ditinjau dari Adversity Quotient. Al-Jabar: Jurnal Pendidikan Matematika,7(1), 63-74.




DOI: http://dx.doi.org/10.24127/ajpm.v8i2.2118

Refbacks

  • There are currently no refbacks.