DISKALKULIA (KESULITAN MATEMATIKA) BERDASARKAN GENDER PADA SISWA SEKOLAH DASAR DI KOTA MALANG
DOI:
https://doi.org/10.24127/ajpm.v8i2.2057Keywords:
diskalkulia, gender, matematika, sekolah dasarAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesulitan siswa di sekolah dasar dalam memahami pelajaran matematika yang biasa disebut sebagai diskalkulia yang ditinjau berdasarkan gender. Instrumen penelitian berupa sebuah tes yang terdiri dari 8 pertanyaan bersifat uraian yang mengacu pada indikator diskalkulia siswa sekolah dasar yaitu kemampuan mengurutkan angka dari yang nilainya lebih besar atau lebih kecil, kemampuan memilih angka yang mempunyai nilai paling banyak atau paling sedikit, dan kemampuan menyatakan hasil dari sebuah operasi bilangan. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas 3 sekolah dasar sebanyak 150 siswa yang terdiri dari 80 siswa laki-laki dan 70 siswa perempuan. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah data tertulis yaitu hasil pekerjaan siswa sedangkan data tidak tertulis adalah hasil pengamatan dan wawancara. Pada analisis data, dihitung jumlah jawaban bernilai salah dari setiap nomor tes kemudian digolongkan sesuai dengan jenis diskalkulia yang sesuai dan diakhiri dengan wawancara untuk mengetahui kesulitannya. Hasil tes menunjukkan bahwa ditemukan 2 dari 9 jenis diskalkulia yaitu diskalkulia proctagnostic dan diskalkulia indiagnostic. Diskalkulia proctagnostic merupakan kesulitan belajar matematika dalam membandingkan dan mengurutkan bilangan. Diskalkulia indiagnostic merupakan kesulitan belajar matematika dalam memahami konsep operasi bilangan. Berdasarkan hasil jawaban siswa menunjukkan bahwa persentase jawaban yang paling banyak ditemukan kekeliruan adalah jawaban dari siswa perempuan.
References
Aminah, Kurniawati, A., & Riska, K. (2018). Analisis Kesulitan Siswa dalam Menyelesaikan Soal Cerita Matematika Topik Pecahan Ditinjau dari Gender. Jurnal Teori dan Aplikasi Matematika.
Azhari, B. (2017). Identifikasi Gangguan Belajar Dyscalculia Pada Siswa Madrasah Ibtidaiyah.Al Khawarizmi: Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Matematika, 1(1), 60–74.
Bintoro, F. A., & Wijiastuti, A. (2016). Prevalensi Anak Kesulitan Berhitung di SD: Asesmen Matematika Berbasis Kurikulum. Jurnal Pendidikan Khusus.
Hall, J. (2012). Gender Issues in Mathematics : An Ontario Perspective. Journal Of Teaching And Learning, 8(1), 59–72.
Iftayani, I. (2018). Profil Kesulitan Belajar Matematika dan Kecenderungan Diskalkulia Pada Siswa Sekolah Dasar di Purworejo. SemNasPsi (Seminar Nasional Psikologi), 1(1), 41–52.
Kenedi, A. K., Helsa, Y., Ariani, Y., Zainil, M., & Hendri, S. (2019). Mathematical Connection Of Elementary School Students To Solve Mathematical Problems. Journal on Mathematics Education, 10(1), 69–80.
Leder, G. C., Forgasz, H. J., & Jackson, G. (2014). Mathematics , English and Gender Issues : Do Teachers Count ? Australian Journal of Teacher Education, 39(9).
MZ, Z. A. (2018). Perspektif Gender Dalam Pembelajaran Matematika. Marwah: Jurnal Perempuan, Agama Dan Jender, 12(1), 15. https://doi.org/10.24014/marwah.v12i1.511
Nasser, A. (2016). The Difference Between Girls and Boys in Learning. Defense Language Institute Foreign Language School, 1(December). https://doi.org/10.1080/14616734.2018.1428997
Nfon, N. F. (2016). a Survey of the Mathematical Problems (Dyscalculia) Confronting Primary School Pupils in Buea Municipality in the South West Region of Cameroon. International Journal of Education and Research, 4(4), 437–450.
Raharjo, T., Kawuryan, F., & Ahyani, L. N. (2011). Identifikasi Learning Disability Pada Anak Sekolah Dasar. Jurnal Sosial dan Budaya, 136-142.
Rahman, M. (2016). Pendidikan Keluarga Berwawasan Gender Pada Anak Berkebutuhan Khusus di Kudus. PALASTREN, 9(1), 137–160.
Sudha, P., & Shalini, A. (2014). Dyscalculia : A Specific Learning Disability Among Children. International Journal of Advanced Scientific and Technical Research, 2(4), 912–918.
Sugiyono. (2003). Metode Penelitian Bisnis. Bandung: Pusat Bahasa Depdiknas.
Trieni, P. (2018). The Difficulties Of Students In Learning Mathematics By Using Development Learning Sequences Approach In SD Negeri No. 08 Koto Berapak Kecamatan Bayang. Jurnal Ilmiah Pendidikan Scholastic, 2(1), 39–49.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Authors who publish with AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika agree to the following terms:

Creative Commons License
AKSIOMA:Â Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
This journal provides immediate open access to its content on the principle that making research freely available to the public supports a greater global exchange of knowledge. AKSIOMA offers all authors of journal articles allows their research openly available, free access and time restrictions.
All articles published Open Access will be immediately and permanently free for everyone to read and download. Under the CC-BY license, authors retain ownership of the copyright for their article, but authors grant others permission to use the content of publications in AKSIOMA in whole or in part provided that the original work is properly cited. Users (redistributors) of AKSIOMA are required to cite the original source, including the author's names, AKSIOMA as the initial source of publication, year of publication, volume number and DOI (if available).

.png)



.png)

