Abstract48 Views





ARTICLES

Identifikasi Disleksia Siswa Sekolah Dasar dan Peran Guru Kelas dalam Layanan Bimbingan Dan Konseling


Delsylia Tresnawaty Ufi1, Erly Oviane Malelak2*, Triati Lestari Salau3

[1] Institut Agama Kristen Negeri Kupang, Indonesia. [2] Institut Agama Kristen Negeri Kupang, Indonesia. [3] Institut Agama Kristen Negeri Kupang, Indonesia.

Abstract

Salah satu masalah belajar siswa yang perlu direncanakan cara belajar yang sesuai kemampuan anak yakni disleksia. Dengan demikian, tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi siswa disleksia dan menganalisis peran guru kelas dalam penanganannya di Sekolah Dasar Negeri Oehendak, Kota Kupang. Metode penelitian adalah penelitian deskriptif kualitatif. Metode pengumpulan data menggunakan wawancara dengan subjek Guru kelas Sekolah Dasar Negeri Oehendak. Teknik analisis data melalui proses reduksi data, penyajian data dan kesimpulan. Hasil penelitian diperoleh adanya siswa SD Negeri Oehendak yang tergolong disleksia, dengan ciri siswa membaca lambat kata demi kata, menambahkan huruf dalam satu suku kata, menghilangkan huruf dalam satu suku kata, sulit mengenal huruf, “b” dan “d” juga “n” dan “h”, mengganti angka “4” menjadi huruf “u”, menggunakan jarinya untuk mengikuti pandangan matanya, ketika membaca seringkali melewati beberapa suku kata dalam baris-baris kalimat dan mengabaikan tanda-tanda baca. Adapun langkah penanganan yang dilakukan guru kelas dalam mengatasi siswa disleksia yakni melalui pendekatan bimbingan dan konseling. Guru kelas menggunakan layanan bimbingan belajar yang berorientasi pada fungsi remedial belajar. Pada layanan ini guru kelas akan melihat proses dan hasil belajar siswa sebagai rujukan untuk merencanakan program remedial belajar bagi siswa disleksia. Adapun guru kelas menggunakan kombinasi pengajaran yang menekankan akan kreatifitas pengajaran yang berdampak pada peningkatan proses dan hasil belajar siswa disleksia. Dengan demikian, peran guru kelas sebagai konselor dalam melaksanakan layanan bimbingan dan konseling adalah melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi pada bidang bimbingan belajar siswa disleksia.

Keywords

disleksia; layanan bimbingan dan konseling; sekolah dasar

Article Info

Artikel History: Submitted: 2021-11-16 | Published: 2022-04-30
DOI: http://dx.doi.org/10.24127/gdn.v12i1.4434
Vol 12, No 1 (2022) Page:

(*) Corresponding Author: Erly Oviane Malelak, Institut Agama Kristen Negeri Kupang, Indonesia, Email: malelakerly@gmail.com