IDENTIFIKASI JENIS DAN POTENSI BAMBU (Bambusasp.) SEBAGAI SENYAWA ANTIMALARIA

Agus Sujarwanta, Suharno Zen

Abstract


Malaria is still a health problem in Indonesia caused by the protozoan genus Plasmodium through the bite of the Anopheles mosquito. One of the plants that can also be used to treat fever caused by parasitic diseases is bamboo (Bambusa sp.). The purpose of this research is to identify the type and potential of bamboo as an antimalarial compound in Lampung Province.

This research be able to provide an overview of the diversity of bamboo species and their potential as an antimalaria compound in Lampung Provincein May-July 2020. Primary data collection methods were obtained directly in the field including bamboo stands, both growing wild and cultivating, and describing them. Morphological observations for identification such as rhizome root types; bamboo shoots; branching; culm; leaf; stem; and segments refer to the criteria used by Widjaja (1997). The data is analyzed descriptively and tabulated.

The results obtained 14 species of bamboo consisting of 5 genera with 14 species: Gigantochloa robusta, Schizostachyum brachycladum (Kurz), Schizostachyum blumei, Gigantochloa atroviolacea, Gigantochloa pseudoarundinacea (Steud.), Bambusa vulgaris var. striata (Lodd.ex Lindl.), Gigantochloa apus (Kurz), Dendrocalamus strictus, Bambusa maculate (Widjaja), Bambusa glaucophylla (Widjaja), Dendrocalamus asper (Backer ex K. Heyne), Dinochloa scandens (Blume ex Nees Kuntze), Bambusa glaucophylla (Widjaja), Dendrocalamus asper (Backer ex K. Heey), Dinochloa scandens (Blume ex Nees Kuntze), Bambusa multiplex (Lour.) Raeusch. Ex Schult and Bambusa blumeana (Schult.f). Bamboo has the potential for crafts, construction, food, medicine (bamboo shoots from Bambusa vulgaris var. Striata, Gigantochloa apus leaves and water from Dinochloa scandens bamboo stems).

Kata kunci: antimalarial,bamboo


Full Text:

PDF

References


Bean T. 2013. Collecting and Preserving Plant Specimens, A Manual. State of Queensland. Departement of Science. Queensland

Berlian, N, dan Rahayu, E. 1995. Jenis dan Prospek Bisnis Bambu. Penebar Swadaya Jakarta.

Ekasari W., Wahjo D., Yoes P.D. 2001. Uji antimalaria in vitro dari ekstrak etanol, kloroform daun Cassia siamea. MajalahKedokteran Tropis Indonesia. Vol. 12 No. 12 September 2001.

Elyzaar I.R.F., Hay S.I., Baird J.K. 2011, Malaria distribution, prevalence, drug resistance and control in Indonesia. AdvParasitol. 74: 41–175.

Hermanto, F. 2014. Uji Aktivitas Antimalaria Ekstrak Etanol Daun Cocor Bebek (Kalanchoe blossfeldiana Poelln.) pada Plasmodium falciparum 3D7, 2(December), pp. 54–58.

Hermanto, F. 2016. Uji Aktivitas Antimalaria Ekstrak Etanol Herba Ketumpang (Tridax procumbens L) pada Plasmodium falciparum Galur 3D7, in. Cimahi: Prosiding SeminarNasional Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Jenderal Ahmat Yani:40-48

Jamilah. 2019. Penemuan senyawa aktif baru dari Calophyllum sp sebagai bahan obat antikanker dan antimalaria di Indonesia. Orasi pengukuhan professor riset bidang teknologi kimia. LIPI Jakarta.

Jumiarni, W. O. and Komalasari, O. 2017. Eksplorasi jenis dan pemanfaatantumbuhan obat pada masyarakat sukumuna dan dipemukiman Kota Wuna.Balitbangda Provinsi Sulawesitenggara, baligbangda Provinsi Sumatra Selatan, 22(April), pp. 45–56.

Kementerian Kesehatan. 2013. Riset Kesehatan Dasar 2013. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan

Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. 2016. Infodatin Malaria, Pusat Data dan Informasi Kemenkes RI. Jakarta

Kahtan, M.I., Astuty, H., dan Wibowo, H. 2018. Uji Antimalaria Ekstrak Akar Pasak Bumi (Eurycoma Longifolia Jack) dan Pengaruhnya terhadap Ekspresi TNF-α pada Mencit yang diinfeksi Plasmodium berghei. MajalahKedokteran UKI 2018 Vol XXXIV No.2. Jakarta

Mangunwardoyo, P. 1992. Pedoman Budidaya Bambu. Jakarta: Departemen Kehutanan.

Mustofa. 2009. Obat Antimalaria Baru: Antara Harapan Dan Kenyataan.Pidato pengukuhan jabatan guru besar Universitas Gadjah Mada . Yogyakarta:.

Muti’ah, R. 2010. Kombinasi Ekstrak Batang Talikuning dan Artemisin sebagai Obat Antimalaria terhadap Plasmodium berghei, 26(1), pp. 8–13.

Prita, B. 2012. Konservasi Ex-Situ Bambu Duri (Bambusa blumeana J.A. & J.H. Schultes) Di Arboretum Bambu Kampus Darmaga. Skripsi.Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Raharjo, A., Ekasari, W dan Hafid, A.F. 2014. Uji Aktivitas Antimalaria Ekstrak Air Daun Johar (Cassia siamea Lamk) Terhadap Plasmodium berghei Secara In Vivo. Jurnal Farmasi danIlmu Kefarmasian Indonesia. Vol. 1, No.1 Juni 2014

Rugayah, Retnowati A, Windadri F.I.& Hidayat A. 2004. Pedoman Pengumpulan Data KeanekaragamanFlora. Bogor: Puslit-LIPI.pp. 5–42.

Widodo, G. P. dan Rahayu, M. P. 2010. Aktivitas antimalaria ekstrak etil asetat kulit batang mundu (Garcinia dulcis Kurz), pp. 238–242.

Widjaja E.A. 1997. New Taxa in Indonesian Bamboos. Reindwartia 11(2): 57–152.

Widjaja E.A. 2001. Identikit Jenis-jenis Bambu di Kepulauan Sunda Kecil. Puslitbang Biologi-LIPI. Bogor.

Widjaja E. A. 2014. Budidaya bambu untuk menunjang pemanfaatan dan konservasinya. Makalah dalam Lokakarya Bambu Floresdi Borong tanggal 2–5 September 2014.

Widnyana, K. 2012. Bambu dengan berbagai manfaatnya. Bumi Lestari, [S.l.] 8(1): 1–10. ISSN 2527-6158.

Widyawati,T. 2015. Aspek Farmakologi Sambiloto (Andrographis paniculata Nees). Majalah Kedokteran Nusantara. Vol. 40 No. 3.

Wondafrash, M. 2008. A Preliminary Guide to the Plant Collection, Identification And HerbariumTechniques. Addis Ababa. The national Herbarium AAU.

Wong, K.M. 2004. Bamboos The Amazing Grass. International Plant Genetic Resources Institute (IPGRI) and University Malaya. Kuala Lumpur.




DOI: http://dx.doi.org/10.24127/bioedukasi.v11i2.3423

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

 

Bioedukasi : e-ISSN (2442-9805), p-ISSN (2086-4701)

Jl. Ki Hajar Dewantara, Kota Metro, Lampung, Indonesia 

(Phone1) +6285292078488 (Email1) bioedukasi.ummetro@gmail.com
(Phone2) +6281272920110

 Bio Statistik  

Web
Analytics VIEW MY STATE (Pengunjung Kami)

Lisensi Creative Commons

Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional.

Flag Counter