KAJIAN ETNOBOTANI TUMBUHAN KAPUR BARUS (Dryobalanops aromatica) DI KECAMATAN BARUS KABUPATEN TAPANULI TENGAH

Rizkan Azhari Tanjung(1*), Siska Rita Mahyuny(2), Raja Novi Ariska(3),

(1) Pendidikan Biologi, FKIP, Universitas Samudra
(2) Pendidikan Biologi, FKIP, Universitas Samudra
(3) Pendidikan Biologi, FKIP, Universitas Samudra
(*) Corresponding Author


Abstract


Barus District has long been known as an important trading port on the west coast of Sumatra and historically served as a gateway for the spice trade, including kapur barus (camphor). The ethnobotanical significance of kapur barus (Dryobalanops aromatica), a tree species native to Indonesia, has been recognized since ancient times by Arab and Chinese traders. However, the declining interest of younger generations in traditional plant-based knowledge threatens the preservation of this cultural heritage. Preliminary observations indicate that information regarding the ethnobotany of kapur barus in Barus District remains limited, and no specific study has been conducted in the area. This research aims to document ethnobotanical knowledge related to kapur barus among local communities in Barus District, Central Tapanuli Regency. The study employed a qualitative descriptive approach with field-based methods. Informants were selected purposively, consisting of eight community representatives. Data were collected through semi-structured interviews guided by a question list. The results reveal that kapur barus is utilized in various aspects of local life, including botany, ethnopharmacology, ethnoeconomics, ethnolinguistics, and ethnoecology. The species plays an important economic, medicinal, and cultural role for the people of Barus District. This study underscores the significance of preserving traditional ethnobotanical knowledge and highlights the potential for its sustainable development.

References


Adi, S., Tarigan, P., Winata, H., & Syahputra, Y. H. 2018. Implementasi Sistem Pakar Mendiagnosa Penyakit Agina Pectoris (Angin Duduk) menggunakan Metode Certainty Factor (Cf). Jurnal CyberTech, 1(10): 1–17.

Aswandi, A., & Kholibrina, C. R. 2021. New insights into Sumatran

camphor (Dryobalanops aromatica Gaertn) management and conservation in western coast Sumatra, Indonesia. IOP Conference Series: Earth and

Environmental Science, 739(1): 012061.

Azhari, I. 2017. “Politik Historiografi” Sejarah Lokal: Kisah Kemenyan

Dan Kapur Dari Barus, Sumatera Utara. Sejarah dan Budaya : Jurnal Sejarah,

Budaya, Dan Pengajarannya, 11(1): 9–23.

Evrita, Pradani, Ashabul, Anhar, & M.Muslih, A. 2024. Inventarisasi tumbuhan Kapur (Drybalanops Aromatica Gaertn ) di Taman Hutan Raya

Lae Kombih Kota Subulussalam Aceh. Jurnal Ilmiah Mahasiswa

Pertanian, 9(2):412–420.

Fauzana, N., Pertiwi, A. A., & Ilmiyah, N. 2021. Etnobotani Kelapa (Cocos nucifera L.) di Desa Sungai Kupang Kecamatan Kandangan Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Al Kawnu : Science and Local Wisdom Journal, 1(1): 45–56.

Gusmailina, G. 2015. Borneol Potensi Minyak Atsiri Masa Depan. Prosiding Seminar Nasional Masyarakat Biodiversitas Indonesia, 1(2): 259–264.

Helmina, S., & Hidayah, Y. 2021. Kajian Etnobotani Tumbuhan Obat Tradisional Oleh Masyarakat Kampung Padang Kecamatan Sukamara Kabupaten Sukamara. Jurnal Pendidikan Hayati, 7(1): 20–28.

Mardiah, S., Dharmono, & Hidayati Utami, N. 2022. Etnobotani Hibiscus tiliaceus Pada Masyarakat Dayak Bakumpai Desa Bagus Kabupaten Barito

Kuala. Jurnal Bioshell: Jurnal Pendidikan Biologi, Biologi, Dan Pendidikan IPA, 11(1): 142–150.

Mindawati, N., Tata, M. H. L., & Pamungkas, A. G. 2019. Pengembangan

Hasil Hutan Bukan Kayu Indonesia untuk Mendukung Sustainable Development Goals. In Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan

Mohamad, R, B., & Ahmad, T. 2021. Tumbuh-Tumbuhan Ubatan Dalam Hadith Tersenarai Kini Sebagai Terancam: Kajian Intertekstual Klasik-Data

Saintifik. Journal Of Hadith Studies, 6(1): 70–91.

Muhammad, A. R. 2023. Studi Etnobotani Ritual Adat Pernikahan Suku Semende Kelurahan Gedung Meneng Kecamatan Rajabasa Kota Bandar Lampung. Skripsi. UIN Raden Intan Lampung

R.A. Tanjung., S.R. Mahyuny & R.N. Ariska, Nababan, S. Y., Purba, T., & Triastuti. 2020. Potensi Kapur Barus (Dryobalanops sumatranensis)

Sebagai Sumber Benih Di Desa Siordang Kecamatan Sirandorung Kabupaten

Tapanuli Tengah. Jurnal Akar, 8(2): 131–141.

Nadirah, P., Destiara, M., & Istiqamah, I. 2022. Etnobotani Serai Wangi

(Cymbopogon nardus (L.) Rendle) Desa Batang Kulur Kecamatan Kelumpang Barat Kotabaru. Al Kawnu : Science and Local Wisdom Journal, 1(2): 63–68.

Pasaribu, G., Gusmailina, G., & Komarayati, S. 2014. Pemanfaatan Minyak Dryobalanops Aromatica Sebagai Bahan Pewangi Alami. Jurnal Penelitian Hasil Hutan, 32(3): 235–242.

Pasaribu, G., Gusmailina, Komarayati, S., Zulnely, & Dahlian, E. 2014.

Analisis Senyawa Kimia Dryobalanops aromatica. Jurnal Penelitian Hasil Hutan, 32(1): 21–26.

Pasaribu, G., Pangersa, R. E. G., Penelitian, P., & Hutan, H.2015. Kualitas Lilin Aromate Rapi Dan Sabun Be Rbahan Minyak Dryobalanops aromatica. Penelitian Hasil Hutan, 34(2): 101–110.

Purnamawati, R., . M., & Iriyati, R. 2024. Keanekaragaman Jenis Langsat (Genus Lansium) di Desa Tanta Kabupaten Tabalong. Jurnal Bioshell,

(1): 71–80.

Rachmah, N. A. 2023. Pengembangan Buku Ilmiah Populer Etnobotani

Pinang (Areca catechu L.) Masyarakat Suku Dayak Bakumpai di Kecamatan Teweh Tengah Kabupaten Barito Utara. Skripsi. Banjarmasin,

UIN Antasari Banjarmasin

Sempo, M. W., Fauzi, N. B., Amat, R. A. M., & Ghazali, N. M. 2019.

Kearifan Tempatan Mengenai Kapur Barus (Cinnamomum Camphora) Menurut Perspektif Islam dan Budaya Masyarakat Melayu Abad ke 19m. ‘Abqari Journal, 19(1): 76–90.

Siregar, J., Jurusan Kehutanan, B., Pertanian, F., & Bengkulu Jl supratman, U. W. 2022. Produksi Minyak Atsiri Daun Kapur (Dyrobalanops aromatica) Tingkat Pertumbuhan Tumbuhan dan Pancang. Journal of Global Forest and Environmental Science, 2(3): 63–68.

Sugiyono. 2015. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif Dan R&D. Bandung

Susilowati, A., Kholibrina, C. R., Rachmat, H. H., Elfiati, D., Aswandi, & Raeni, I. M. 2018. Short communication: Macropropagation – An important tool for conservation of North Sumatran endangered tree species, Dryobalanops aromatica. Biodiversitas, 19(5): 1672–1675.

Kusuma, Y. S, Dwiyanti, F. G, & Matra, D. D. 2021. Differentially Expressed Genes(Degs) Dryobalanops aromatica yang Ditumbuhkan Pada Media rambut Dan Tanah Mineral. Jurnal Pemuliaan Tanaman Hutan, 15(2): 115–128.

Thamrin, H. 2018. Pertumbuhan Diamater Dan Tinggi Tanaman Kapur (Dryobalanops aromatica Gaerth) Berumur 10 Tahun Di Kebun Raya Unmul

Samarinda. Jurnal Agriment, 3(1): 29-32.

R.A. Tanjung., S.R. Mahyuny & R.N. Ariska, Tumanggor, R. 2017. Gerbang agamaagama nusantara : Hindu, Yahudi, Ru- Konghucu, Islam & Nasrani: kajian antropologi agama dan kesehatan di Barus. Depok : Komunitas Bambu

Yeleni, R., Karyadi, B., Sutarno, S., Uliyandari, M., Parlindungan,

D., & Ekaputri, R. Z. 2023. Keanekaragaman Tumbuhan Berhabitus tumbuhan di Bantaran Sungai Susup Kabupaten Bengkulu Tengah

yang Berpotensi sebagai Mitigasi Bencana. Bioscientist : Jurnal Ilmiah Biologi, 11(1): 433.




DOI: http://dx.doi.org/10.24127/bioedukasi.v16i2.12761

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

 

Bioedukasi : e-ISSN (2442-9805), p-ISSN (2086-4701)

Jl. Ki Hajar Dewantara, Kota Metro, Lampung, Indonesia 

(Phone1) +6285292078488 (Email1) bioedukasi.ummetro@gmail.com
(Phone2) +6281272920110

 Bio Statistik  

Web
Analytics VIEW MY STATE (Pengunjung Kami)

Lisensi Creative Commons

Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional.

Flag Counter