PENGALAMAN TRANSMIGRASI DI INDONESIA (Studi di Desa Olak-Olak, Kecamatan Kubu, Kabupaten Kubu Raya)
DOI:
https://doi.org/10.24127/hj.v6i2.1086Abstract
Kepadatan penduduk di Pulau Jawa dan Madura menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2010 adalah 136.610.590 jiwa. Hal tersebut berbanding jauh dengan Pulau Kalimantan yang hanya 13.787.831 jiwa. Ketimpangan jumlah penduduk antara Pulau Jawa dan Madura dengan pulau lainnya sangat besar. Oleh sebab itu pemerataan penduduk terus menerus digalakkan salah satunya dengan program transmigrasi. Jauh sebelum negara Indonesia merdeka, program perpindahan penduduk ini sudah dilaksanakan, tentu saja dengan tujuan yang menguntungkan kolonialisme.
Program perpindahan penduduk di Masa Kolonial gencar dilakukan pada saat dibukanya perkebunan. Kolonial Belanda menginginkan tenaga kerja yang murah serta mudah. Program ini kemudian berlanjut pada masa politik etis, walaupun tujuan awalnya untuk pemerataan jumlah penduduk akan tetapi banyak terjadi penyelewengan. Kemudian setelah Indonesia merdeka, masalah kepadatan penduduk di Pulau Jawa dan Madura masih menjadi perhatian serius pemerintah. Oleh sebab itu Pemerintahan Soekarno mencanang program transmigrasi pada tahun 1950 yang diselenggarakan oleh Dinas Transmigrasi (Jawatan Transmigrasi).
Provinsi Kalimantan Barat khususnya Desa Olak-Olak merupakan salah satu tempat tujuan transmigrasi di Indonesia. Kelompok transmigrasi yang pertama datang pada tahun 1958 sampai dengan tahun 1959. Rata-rata transmigran ini berasal dari daerah Jawa Tengah dan sekitarnya. Oleh sebab itu budaya Jawa masih sangat kental ditemui di Desa Olak-Olak ini, akan tetapi mulai memudar pada generasi-generasi selanjutnya. Keadaan Desa Olak-Olak ini sampai sekarang masih dikatakan belum berkembang karena terhambat banyak faktor salah satunya adalah transportasi.References
Geertz, C. (1983). Agriculture Involution. (S. Supomo, Trans.) Jakarta: Bhratara Karya Aksara.
Geertz, C. 1973. Interpretation of Culture. New York: Basics Inc Publiser.
Heeren, H.J. 1979. Transmigrasi di Indonesia. Jakarta: Gramedia
Koentjaraningrat, 1994. Kebudayaan Jawa, Jakarta: Balai Pustaka.
Koentjaraningrat, 1990. Pengantar Ilmu Antropologi, Jakarta: Rineka Cipta.
Levang, P. (2003). La terre d'en face - La transmiration en Indonesia. (S. W. Prayoga, Trans.) Jakarta: Gramedia.
Mantra, I. B. 1985. Pengantar Studi Demografi. Yogyakarta: Nurcahaya.
Neni Puji, laporan Penelitian Balai Kajian Jarahnitra Pontianak, 2001, “Migrasi Orang-Orang Kebumen di Sumur Bor, Kecamatan Pontianak Barat Kota Pontianakâ€, Pontianak: Balai Kajian Jarahnitra.
Downloads
Published
Issue
Section
License
This journal provides immediate open access to its content on the principle that making research freely available to the public supports a greater global exchange of knowledge. HISTORIA : Jurnal Program Studi Pendidikan Sejarah offers all authors of journal articles allows their research openly available, free access and time restrictions.
All articles published Open Access will be immediately and permanently free for everyone to read and download. Under the CC-BY license, authors retain ownership of the copyright for their article, but authors grant others permission to use the content of publications in HISTORIA : Jurnal Program Studi Pendidikan Sejarah in whole or in part provided that the original work is properly cited. Users (redistributors) of HISTORIA : Jurnal Program Studi Pendidikan Sejarah are required to cite the original source, including the author's names, HISTORIA : Jurnal Program Studi Pendidikan Sejarah as the initial source of publication, year of publication, volume number and DOI (if available).
HISTORIA by Pendidikan Sejarah UM Metro is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.