PENGEMBANGAN BAHAN AJAR BERBANTUAN MEDIA TUBOMATIKA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN ABSTRAKSI MATEMATIS SISWA

Asep Ikin Sugandi, Linda Linda, Martin Bernard

Abstract


Tujuan dari penelitian ini untuk mengembangkan bahan ajar matematika berbantuan media tubomatika terhadap kemampuan abstraksi matematis siswa kelas VII SMP. Kemampuan abstraksi matematis ialah kemampuan dasar yang harus dimiliki siswa SMP. Implementasi bahan ajar dengan menggunakan media tubomatika ini merupakan suatu cara untuk membantu siswa dalam memahami pembelajaran matematika terutama dalam materi segiempat dan segitiga. Agar bahan ajar berkualitas maka harus memenuhi kriteria valid, praktis, dan efektif. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R and D) melalui penggunaan model pengembangan Plomp yang terdiri atas fase investigasi awal, fase pengembangan (pembuatan prototipe), dan fase penilaian (evaluasi). Hasil yang diperoleh dari penelitian ini yaitu validitas bahan ajar dinyatakan sangat valid dengan  hasil persentase 87% berdasarkan materi dan desain tubomatika bahan ajar, praktikalitas bahan ajar berdasarkan respon siswa dan guru sangat praktis dengan rata-rata persentase sebesar 82,20% dan efektivitas bahan ajar ini dapat dinyatakan efektif dalam meningkatkan kemampuan abstraksi siswa sebesar 71,27%. Dengan demikian, disimpulkan bahwa bahan ajar berbantuan tubomatika sangat penting untuk diterapkan pada proses pembelajaran sehingga dapat berpengaruh terhadap peningkatan kemampuan abstraksi matematis siswa kelas VII SMP.

 

The purpose of this research is developing mathematics teaching materials that present in based tubomatika media to increase the ability of mathematical abstraction of students in grade VII junior high school. Mathematical abstraction ability is a basic ability that students must have.  The application of teaching materials using tubomatika media is one way to assist students in understanding mathematics learning, especially on rectangle and triangular material. The teaching materials that provided for students must have three criterias are valid, practical, and effective. The type of this research is the Research and Development (R and D) and using the Plomp development model. This research consist of investigation phase, development or prototype phase, and assessment phase. The result of this development research are  the validity of the teaching materials are valid with a percentage 87% on the theory aspect and the material design media tubomatika, practicality  of teaching materials based on the response of teachers and students are practice with percentage 82,20%, and the effectivity of teaching materials are effective based on communication skills of students with a percentage of 71,27%. So, it can be concluded that the tubomatika  based teaching material is very important to be applied in the learning process so that it can affect the improvement of mathematical abstraction abilities of grade VII students of junior high school.


Keywords


Bahan ajar; kemampuan abstraksi; tubomatika; Abstraction ability ; teaching materials

References


Basri, H. (2019). Investigating Critical Thinking Skill of Junior High School in Solving Mathematical Problem. International Journal of Instruction, 12(3), 745–758.

Herawati, L. (2015). Pengembangan Bahan Ajar Matematika Menggunakan Aplikasi Imind Map di SMP Negeri 3 Sumber. IAIN Syekh Nurjati Cirebon.

Mandasari, N. (2018). Analisis Proses Abstraksi Matematika dalam Memahami Konsep dan Prinsip Geometri Ditinjau dari Teori Van Hiele. Jurnal Pendidikan Matematika: Judika Education, 1(2), 61–70.

Ningsih, D. R., Nurlaelah, E., & Jupri, A. (2018). Preliminary study on mathematical problem solving ability of junior high school students on the triangle subject. International Conference on Mathematics and Science Education of Universitas Pendidikan Indonesia, 3, 745–750.

Nurhasanah, F, Kusumah, Y. S., & Sabandar, J. (2017). Concept of triangle: Examples of mathematical abstraction in two different contexts. International Journal on Emerging Mathematics Education, 1(1), 53–70.

Nurhasanah, Farida. (2011). Junior High School, Students” Abstraction in Learning (Geometry). Proceeding of International Seminar and the Fourth National Conference on Mathematics Education, 21–23.

Prayogi, A. H., Praja, E. S., & Raharjo, J. F. (2019). Desain Bahan Ajar Bangun Datar Segiempat Berbasis Kemampuan Komunikasi Matematis pada Siswa SMP melalui Model Discovery Learning. LEMMA, 5(2), 100–111.

Riduwan. (2010). Belajar Mudah Penelitian dan Pengembangan. Bandung: Alfabeta.

Sari, I. P., & Nurjaman, A. (2019). Pengembangan Local Instruction Theory pada Materi Segitiga dan Segiempat Terhadap Kemampuan Representasi Matematik Siswa SMP. Jurnal Pembelajaran Matematika Inovatif, 2(2), 95–100.

Sugandi, A. I. (2013). Pengaruh Pembelajaran Berbasis Masalah dengan Setting Kooperatif Jigsaw terhadap Kemandirian Belajar Siswa SMA. Infinity Journal, 2(2), 144.https://doi.org/10.22460/infinity.v2i2.31.

Yutaridho, Zulkardi, & Hartono, Y. (2012). Pengembangan Bahan Ajar Keliling, Luas Persegi dan Persegi Panjang dengan Pendekatan Pendidikan Matematika Realistik Indonesia. Jurnal Pendidikan Matematika, 6(1), 1–18.

Wibowo, N. (2016). Upaya peningkatan keaktifan siswa melalui pembelajaran berdasarkan gaya belajar di SMK Negeri 1 Saptosari. Elinvo (Electronics, Informatics, and Vocational Education), 1(2), 128–139.

Widyawati, A., & Prodjosantoso, A. K. (2015). Pengembangan media komik IPA untuk meningkatkan motivasi belajar dan karakter peserta didik SMP. Jurnal Inovasi Pendidikan IPA, 1(1), 24–35.

Yusepa, B. (2017). Kemampuan abstraksi matematis siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) KLS VIII. Symmetry: Pasundan Journal of Research in Mathematics Learning and Education, 1(1), 54–60.




DOI: http://dx.doi.org/10.24127/ajpm.v9i3.2918

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Indexing by: