PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN PENEMUAN TERBIMBING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR REFLEKTIF DAN KEMANDIRIAN BELAJAR SISWA

Nurwahid Juli Andrean, Sri Hastuti Noer, Asmiati Asmiati

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model pembelajaran penemuan terbimbing dan menguji efektivitasnya pada keterampilan berpikir reflektif matematis dan kemandirian belajar siswa. Tahap pengembangan ini dimulai dari studi pendahuluan, perencanaan, pengembangan produk awal, pengujian tahap awal, revisi produk awal, dan pengujian lapangan. Subjek penelitian ini adalah 30 siswa kelas VII.C dan 30 siswa VII.D di SMP Negeri 24 Bandar Lampung Tahun Akademik 2017/2018. Data penelitian diperoleh melalui observasi, wawancara, tes keterampilan berpikir reflektif matematis, dan angket kemandirian belajar siswa. Hasil tes lapangan menunjukkan bahwa kemampuan berpikir reflektif matematis dan Pembelajaran Kemandirian siswa menggunakan pembelajaran penemuan terbimbing yang dikembangkan lebih tinggi daripada kemampuan berpikir reflektif matematika dan Kemandirian Belajar siswa yang tidak menggunakan pembelajaran penemuan terbimbing yang dikembangkan. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa pembelajaran penemuan terbimbing yang dikembangkan efektif untuk meningkatkan keterampilan berpikir reflektif matematis dan Kemandirian Belajar siswa. Peningkatan kemampuan berpikir reflektif matematis siswa menggunakan pembelajaran Guided Discovery yang dikembangkan dikategorikan tinggi sedangkan peningkatan kemandirian belajar siswa dikategorikan sedang.


Abstract

This study aims to develop a model of guided discovery learning and test its effectiveness on mathematical reflective thinking skills and independence learning of student. This stage of development starts from preliminary studies, planning, initial product development, initial stage testing, initial product revision, and field testing. The subjects of this study were 30 students of  class VII.C and 30 students of  VII.D in SMP Negeri 24 Bandar Lampung  2017/2018 Academic Year. The research data was obtained through observation, interviews, tests of mathematical reflective thinking skills, and student Independence Learning questionnaires. The results of field tests show that the ability of mathematical reflective thinking and the Independence Learning of students using developed guided discovery learning is higher than the ability of mathematical reflective thinking and student Independence Learning that does not use developed guided discovery learning. Therefore it can be concluded that developed guided discovery learning is effective for improving mathematical reflective thinking skills and student Independence Learning. The increase in the ability of mathematical reflective thinking of students using developed Guided Discovery learning is categorized as high while the increase in student Independence Learning is categorized as being moderate.


Keywords


Guided Discovery; Independence Learning; Reflective Thinking

References


Agustyarini, Y., & Jailani, J. (2015). Pengembangan bahan ajar matematika dengan pendekatan kontekstual dan metode penemuan terbimbing untuk meningkatkan EQ dan SQ siswa SMP Akselerasi. Jurnal Riset Pendidikan Matematika, 2(1), 135–147.

Ainiya, S. K. (2018). Pengembangan perangkat pembelajaran Matematika Bridging Analogy untuk mengatasi miskonsepsi siswa pada materi Bangun Ruang Sisi Datar di SMPN 2 Sidoarjo (PhD Thesis). UIN Sunan Ampel Surabaya.

As’ari, A. R. (2018). Pembelajaran Matematika untuk Pengembangan Karakter Peserta Didik. Prosiding Sendika, 4(1).

Ayuningtyas, A. D. (2015). Eksperimentasi Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think Pair Share (Tps) Ditinjau Dari Kemandirian Belajar Siswa Kelas VIII SMP NEGERI DI KOTA YOGYAKARTA. JIPM (Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika), 3(2).

Effendi, L. A. (2012). Pembelajaran Matematika Dengan Metode Penemuan Terbimbing Untuk Meningkatkan Kemampuan Representasi Dan Pemecahan Masalah Matematis Siswa SMP. Jurnal Penelitian Pendidikan, 13(2).

Egok, A. S. (2017). Kemampuan Berpikir Kritis dan Kemandirian Belajar dengan Hasil Belajar Matematika. Jurnal Pendidikan Dasar UNJ, 7(2), 186–199.

Gurol, A. (2011). Determining the reflective thinking skills of pre-service teachers in learning and teaching process. Energy Education Science and Technology Part B: Social and Educational Studies, 3(3), 387–402.

Hanif, H., Ibrohim, I., & Rohman, F. (2016). Pengembangan Perangkat Pembelajaran Biologi Materi Plantae Berbasis Inkuiri Terbimbing Terintegrasi Nilai Islam Untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Siswa SMA. Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan, 1(11), 2163–2171.

Isnaeni, S., Fajriyah, L., Risky, E. S., Purwasih, R., & Hidayat, W. (2018). Analisis Kemampuan Penalaran Matematis dan Kemandirian Belajar Siswa SMP pada Materi Persamaan Garis Lurus. Journal of Medives : Journal of Mathematics Education IKIP Veteran Semarang, 2(1), 107–116. https://doi.org/10.31331/medives.v2i1.528

Khomsiatun, S., & Retnawati, H. (2015). Pengembangan Perangkat Pembelajaran Dengan Penemuan Terbimbing Untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah. Jurnal Riset Pendidikan Matematika, 2(1), 92–106. https://doi.org/10.21831/jrpm.v2i1.7153

Miqdad, A. D., & Sumbawati, M. S. (2017). Analisis Pengembangan Model Pembelajaran Berbasis Project Based Learning Dengan Berbantu Media Audio Visual Videoscribe dalam Pembelajaran Komputer dan Jaringan Dasar Kelas X SMK Unitomo Surabaya. IT-EDU, 2(02).

Nindiasari, H. (2013). Meningkatkan Kemampuan Dan Disposisi Berpikir Reflektif Matematis Serta Kemandirian Belajar Siswa Sma Melalui Pembelajaran Dengan Pendekatan Metakognitif (Phd, Universitas Pendidikan Indonesia). http://repository.upi.edu/3659/10/D_MTK_0908697_Appendix.pdf

Noer, S. H. (2010). Peningkatan Kemampuan Berpikir Kritis, Kreatif, Dan Reflektif (K2r) Matematis Siswa Smp Melalui Pembelajaran Berbasis Masalah (Phd, Universitas Pendidikan Indonesia). Diambil dari http://repository.upi.edu

Sugandi, A. I. (2013). Pengaruh Pembelajaran Berbasis Masalah Dengan Setting Kooperatif Jigsaw Terhadap Kemandirian Belajar Siswa SMA. Infinity Journal, 2(2), 144–155. https://doi.org/10.22460/infinity.v2i2.p144-155

Sugiyono, M. (2016). Kualitataif dan R&D, Bandung: Alfabeta. Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif kualitatif dan R&D Bandung: Alfabeta.

Suhendri, H. (2015). Penerapan model pembelajaran konstruktif berbasis penemuan terbimbing dalam meningkatkan hasil belajar matematika. Formatif: Jurnal Ilmiah Pendidikan MIPA, 3(3).

Ulya, I. F., Irawati, R., & Maulana, M. (2016). Peningkatan Kemampuan Koneksi Matematis Dan Motivasi Belajar Siswa Menggunakan Pendekatan Kontekstual. Jurnal Pena Ilmiah, 1(1), 121–130.

Widyawati, S. (2017). Pengaruh Kemampuan Koneksi Matematis Siswa terhadap Prestasi Belajar Matematika Ditinjau dari Gaya Belajar pada Materi Bangun Ruang Sisi Datar Siswa Kelas IX SMP di Kota Metro. Iqra’: Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan, 1(1), 47–68.

Yuliyanto, Y., & Jailani, J. (2014). Pengembangan perangkat pembelajaran geometri SMP menggunakan metode penemuan terbimbing pada kelas VIII Semester II. Jurnal Riset Pendidikan Matematika, 1(1), 127–138.




DOI: http://dx.doi.org/10.24127/ajpm.v8i1.1818

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Indexing by: