PENGARUH WAKTU FERMENTASI TERHADAP KADAR PROTEIN DAN DAYA TERIMA TEMPE DARI BIJI KARET (Hevea brasiliensis) SEBAGAI SUMBER BELAJAR BIOLOGI SMA PADA MATERI BIOTEKNOLOGI PANGAN

Febri Kusnanto, Agus Susanto, HRA Mulyani

Abstract


The purposes of this study were 1) To determine the variation of which produces the best tempe manufacture of rubber seeds. 2) To determine the effect of fermentation on protein content in soybean seeds produced rubber. 3) To determine the effect of fermentation on the quality of flavor, color, odor, and texture of tempeh rubber seeds produced by organoleptic tests. 4) To determine the effect of fermentation on the application of research and the protein content of soybean seeds receive the rubber as the source of the material studied biology at the Food Biotechnology. Data results showed that the fermentation of soybean protein affect the levels of rubber seed (Hevea brasiliensis) is seen with Fhit (5.5147)> Ftab 5% (4.07) and test results of the Real Honest Differences (BNJ) to the protein content of soybean seeds rubber (Hevea brasiliensis) show that the treatment time of 36 h fermentation significantly different from treatment of 60 hours and 72 hours. The treatment time of 36 hours of fermentation produces the highest protein levels by an average of 8.5939%.     

 

Kata kunci: Waktu fermentasi, kadar protein tempe, daya terima.

Full Text:

PDF

References


Anonimus. 2010. Potensi Sektor Perkebunan. (online). http://www.investasilampung. web.id. Diakses pada tanggal 10 November 2011

Anonimus. 2011. Penilaian Mutu Sensori Produk Perikanan. (online). Http://www.scribd.com. diakses tanggal 15 Maret 2012.

Anwar, F. 1992. Pengolahan Pangan Tingkat Rumah Tangga. Bogor: Depdikbud, Ditjen Dikti IPB.

Astuti, Nurita Puji. 2009. Sifat Organoleptik Tempe Kedelai Yang Dibungkus Plastik, Daun Pisang, dan Daun Jati. Surakarta: Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Djaafar, Titiek F., Siti Rahayu, dan Murdijati Gardjito. 2009. Pengaruh Blanching dan Waktu Perendaman dalam Larutan Kapur terhadap Kandungan Racun pada Umbi dan Ceriping Gadung. Yogyakarta: Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Yogyakarta, Fakultas Teknologi Pertanian UGM.

Hayati, Salma. 2009. Pengaruh Waktu Fermentasi Terhadap Kualitas Tempe Dari Biji Nangka (Artocarpus Heterophyllus) dan Penentuan Kadar Zat Gizinya. Medan: Universitas Sumatera Utara.

Hidayat, Nur. 2009. Fermentasi Tempe. (online). http:// ptp2007 .files. wordpress.com. Diakses tanggal 29 februari 2012.

Nazarudin, dkk.1992. Karet. (online). http://id.wikipedia.org. Diakses tanggal 28 April 2011.

Sarwono, B. 2008. Membuat Tempe dan Oncom. Jakarta : PT. Penebar Swadaya.

Sudjoko. 1985. Pengajaran Biologi Secara Individual. Jakarta : Universitas Indonesia.

Tim Penulis. 2008. Panduan Lengkap Karet. Jakarta:Penebar Swadaya.

Wagiono. 2003. Menguji Kesukaan Secara Organoleptik. Jakarta: Depdiknas.

Winarno, F.G. 2002. Kimia Pangan dan Gizi. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.

Yanti, Dwi Eka. 2009. Diversifikasi Bahan Dasar Pembuatan Tempe. (online). http:// sentuhdengan cinta.blogspot.com di akses tanggal 29 Februari 2012.




DOI: http://dx.doi.org/10.24127/bioedukasi.v4i1.213

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




 

Bioedukasi : e-ISSN (2442-9805), p-ISSN (2086-4701)

Jl. Ki Hajar Dewantara, Kota Metro, Lampung, Indonesia 

(Phone1) +6285292078488 (Email1) bioedukasi.ummetro@gmail.com
(Phone2) +6281272920110

 Bio Statistik  

Web
Analytics VIEW MY STATE (Pengunjung Kami)

Lisensi Creative Commons

Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional.

Flag Counter