PERSEPSI MASYARAKAT TENTANG PENGGUNAAN FORMALIN DALAM BAHAN MAKANAN DAN PELAKSANAAN PENDIDIKAN GIZI DAN KEAMANAN PANGAN

Wiwik Wikanta

Abstract


Formalin is not a preservative for foodstuffs and processed products.  But until recently, the use of formaldehyde in foodstuffs is still common. Whereas, nutrition and food security education for the community is still lacking.This study aimed to: (a) obtaining community about the use of formaldehyde in foodstuffs views of knowledge, attitude and behavior, and (2) obtaining community about the implementation of nutrition and food security education. Research using a sample survey method Sidoarjo urban communities with accidental sampling technique. Data collected by questionnaire and analyzed descriptively. The results showed that (1) almost all respondents knew there was food berformalin (90.91%); (2) examine the impact hazard (87.88%); (3) most feel uneasy (75.76%) and fear dangers affected (96.97%); (4) almost all respondents agreed formalin banned as a food preservative (90.91%), (5) most respondents (72.73%) has not made efforts to eliminate the formaldehyde in foodstuffs , and (6) almost all respondents (85.86%) Mersa not get enough nutrition education and food security. Conclusion: The public assumes that (1) the use of formalin in the food injurious to health and safety of consumers, (2) people need nutrition and food safety education are adequate.

 

Kata Kunci:     persepsi,  formalin, bahan makanan, pendidikan,  gizi dan keamanan pangan  


Full Text:

PDF

References


Adika, I Nyoman. Tanpa tahun. Pengembangan Wilayah Kabupaten Sidoarjo sebagai Wilayah Pinggiran Kota Metropilis Surabaya dan Mobilitas Penduduk. (Online). (http://www.akademik.unsuri.ac.id. Diakses 13 November 2009).

Apriyantono, Anton. 2002. Pengaruh Pengolahan terhadap Nilai Gizi dan Keamanan Pangan. Makalah disampaikan pada Seminar Online Kharisma ke-2. 16-22 Desember 2002. Dunia Maya. (http://www.pdf-search-engine.com. Diakses 2 Oktober 2009).

Cahyadi, Wisnu. 2008. Analisis dan Aspek Kesehatan Bahan Tambahan Pangan. Jakarta: Bumi Aksara.

Darlis, 2009. BPOM Palu Perikasa Ikan Berformalin. (Online). (http://www.tempointeraktif.com. Diakses 13 November 2009).

Desrosier, Norman W. 2008. Teknologi Pengawetan Pangan. Ed. Ke-3. Penerjemah: Muchji Miljohardjo. Jakarta: UI-Press

Harris, Robert S. dan Karmas, Endel. (Eds). 1989. Evaluasi Gizi pada Pengolahan Bahan Makanan. Penerjemah: Suminar Achmadi. Bandung: ITB.

Hartono, Andry. 2006. Penyakit Bawaan Makanan: Fokus Pendidikan Kesehatan. Jakarta: EGC.

Hove, Edwin L. and Lohrey, Evelyn. 1976. The Effect of Formaldehyde on the Nutritive Value of Casein and Lactalbumin in the Diet of Rats. J.Nutr., 106: 382-387.

Innamasari, Diayah. 2007. Pengaruh Konsumsi Ikani Asin Kuniran (Ipeneus sulphureus) Berformalin terhadap Pertumbuhan dan Organ Dalam Tikus Putih Wistar (Rattus norvegicus). Skripsi. Fakultas Perikanan Universitas Brawijaya. Malang: tidak dipublikasikan.

Jawapos. 2009. Gerebek Pabrik Tahu Berformalin. (Online). (http://www.jawapost.co.id. Diakses 13 Novemeber 2009).

Karo-karo, Trijaya dan Fit. 2008. Cari Ikan Berfprmalin Petugas BBPOM Diusir. (Online). (http://autos.okezone.com. Diakses 13 November 2009).

Kartikaningsih, Hartati. 2008. Pengaruh Paparan Berulang Ikan Berformalin Terhadap Kerusakan Hati dan Ginjal Mencit (Mus musculus) Sebagai Media Pembelajaran Keamanan Pangan. Disertasi. PSSJ Pendidikan Biologi Pascasarjana UM. September 2008.

Kholilah, Siti Nur. 2006. Studi Identifikasi Ikan Asin Berformalin di Pasar Kota Malang. Skripsi. Fakultas Perikanan Universitas Brawijaya. Malang: tidak dipublikasikan.

Kompas Cyber Media. Tanpa Tahun. Menatap Tanahair dari Tanah Blair. (online). (http://www.depkes.go.id. Diakses 5 Septemebr 2009).

Kurnia, T.A. 2007. Pengaruh Konsumsi Udang Putih (Penaeus merquensis) Berformalin terhadap Berat Badan dan Histologis Tikus Wistar (Rattus norvegicus). Skripsi. Fakultas Perikanan Universitas Brawijaya. Malang: tidak dipublikasikan.

Linder, Maria C. (edt.). 1992. Biokimia Nutrisi dan Metabolisme. Penerjemah: Aminuddin Parakasi. Jakarta: UI-Press.

Mardiyansyah, Luthfi. 2008. Gizi Buruk di Indonesia. Makalah. SMPN 167 Jakarta. (Online). (http://rizkisaputro.files.wordpress.com. Diakses 2Oktober 2009).

Menteri Kesehatan RI. 1999. Permenkes RI No. 1168/MENKES/PER/X/1999 tentang Perubahan Atas Permenkes RI No. 722/MENKES/PER/IX/1988. Departemen Kesehatan RI Jakarta.

Mulia, SM. 2007. Gizi, Masyarakat Berkualitas dan Pencapaian Tujuan MDGs. (online), (http://www.icrp-online.org/wmprint.php?ArtLD=518, diakses 5 September 2009).

Naria, Evi. 2004. Resiko Pemajanan Formaldehid sebagai Bahan Pengawet Tekstil di Lingkungan Kerja. Dizitiged by USU Digital Library. Bagian Kesehatan Lingkungan FKM USU.

Nolodewo, Adi., Yuslam, dan Muyassaroh. 2007. Paparan Formaldehid sebagai Faktor Resiko Kanker Nasofaring: Kajian pada Penderita Karsinoma Nasofaring di RS. Dr. Kariadi Semarang. Cermin Dunia Kedokteran, 155: 96-99.

Pemerintah RI. 1996. UU RI No. 7 Tahun 1996 tentang Pangan. Jakarta: Lembaran Negara RI.

Prijana dan Semendison. 2005. Metode Sampling Terapan untuk Penelitian Sosial. Bandung: Humaniora.

Prijono, Eddy. 2007. Masalah Pemakaian Formalin pada Pangan Ditinjau dari Aspek Hukum Keamanan Pangan. Makalah tidak dipublikasikan. FKG-Unpad Bandung.

Rafif, 2010. Pengolahan dan Pengawetan Bahan Makanan serta Permasalahannya. (online). (http://www.placeschool.com. Diakses 27 Juli 2010).

Raihan, Cahya Fikry. 2003. Pengaruh Waktu Perendaman terhadap Serapan Formalin dan Proses Deformalinisasi Ikan Asin Jmabal Hasil Proses Penggaraman Kering. Skripsi. Jurusan Kimia FMIPA ITS Surabaya.

Ritchie, Ingrid M. and Lehnen, Robert G. 1987. Formaldehyde-realted Complain of Residents Living in Mobile anda Conventional Homes. American Journal of Public Health, 3(77): 323-328.

Shaham, J., Bomstein, Y., Meltzer, A., Kaufman, Z., Palma, E., and Ribak, J. 1996. DNA-protein Crosslinks, a Biomaker of Exposure to Formaldegyde – in vitro and in vivo Studies. Carcinogenesis,17(1): 121-125.

Sihombing, M. dan Sihombing, G. 1996. Nilai Biologik Tahu yang Direndam dalam Formalin. Cermin Dunia Kedokteran (111): 17-19. (online), (http://www.kalbe.co.id/files/cdk/files/08NilaiBiologikTahuyangDirendam111.pdf/08NilaiBiologikTahuyangDirendam111.html, diakses 7 Agustus 2010).

Supardi, I. dan Sukamto. 1999. Mikrobiologi dalam Pengolahan dan Keamanan Pangan. Bandung: Alumni.

Surabaya Post. 2009. Pabrik Tahu Disegel. (Online). (http://www.surabayapost.co.id. Diakses 13 November 2009).

Taslim, Nurpudji A. 2005. Kontroversi seputar Gizi Buruk: Apakah Ketidakberhasilan Departemen Kesehatan? Makalah. Pusat Pangan, Gizi, dan Kesehatan. Unhas Makasar . (Online). (http://www.gizi.net. Diakses 2 Oktober 2009).

Virdhani, Marieska Harya. 2009. BPOM: 40% Jajanan Kantin SD Berbahaya bagi Kesehatan. (Online). (http://news.okezone.com. Diakses 13 November 2009).

Widodo dan Rudimah, Siti Yusi. (tanpa tahun). Respon Konsumen terhadap Pemberitaan Ditemukannya Formalin pada Produk Pangan Olahan. Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian/Agrobisnis. Faperta UMY, Yogyakarta. (Online). (http://ejournal.unud.ac.id. Diakses 9 Oktober 2009).

Widyaningsih, Tri Dewanti dan Murtini, Erna Sofia. 2006. Alternatif Pengganti Formalin pada Produk Makanan. Surabaya: Trubus Agrisarana.

WHO. 1989. Environmental Health Criteria For Formaldehyde. Published Under The joint Sponsor of The United Nation Environment Program, The International Labour Organization, and The World Health Organization. Geneva: WHO.

Zahra, Tootian., Parviz, Tajik., Simin, Fazelipour., and Mehdi, Taghva. 2007. Effect of Formaldehyde Injection in Mice on Testis Function. International Journal of Pharmacology, 3(5): 421-424.




DOI: http://dx.doi.org/10.24127/bioedukasi.v1i2.189

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




 

Bioedukasi : e-ISSN (2442-9805), p-ISSN (2086-4701)

Jl. Ki Hajar Dewantara, Kota Metro, Lampung, Indonesia 

(Phone1) +6285292078488 (Email1) bioedukasi.ummetro@gmail.com
(Phone2) +6281272920110

 Bio Statistik  

Web
Analytics VIEW MY STATE (Pengunjung Kami)

Lisensi Creative Commons

Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional.

Flag Counter